KUDUS, diswayjateng.com - DPRD Kudus membuka posko pengungsian di aula gedung dewan setempat. Langkah kemanusiaan ini dilakukan, menyusul meningkatnya gelombang evakuasi banjir akibat meluasnya bencana banjir yang merendam rumah warga.
Karena ketinggian banjir semakin mengancam keselamatan warga, mereka pun harus meninggalkan rumahnya ke lokasi pengungsian. Hingga Kamis (15/1/2026), gelombang pengungsian akibat banjir terus bertambah.
Posko pengungsian di aula DPRD Kudus ini ditempati sebanyak 162 jiwa dari 60 kepala keluarga (KK) asal Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan.
Keberadaan Posko DPRD Kudus menjadi salah satu dari 12 lokasi pengungsian banjir yang menampung warga terdampak bencana di Kudus.
Belasan posko pengungsian yang ada meliputi gedung serbaguna kantor Desa Jati Wetan, gedung Muslimat NU Loram Kulon, gedung DPRD Kudus dan TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor.
Selanjutnya posko MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus, gedung serbaguna Desa Kesambi, TK Pertiwi Desa Kesambi, kantor Desa Karangrowo, masjid Tuwang, gedung baru PDIP Kudus, kantor Desa Karang Rowo dan Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Desa Tanjungkarang.
Dari pantauan diswayjateng, kondisi posko pengungsian di DPRD Kudus cukup istimewa. Sebab para pengungsi menempati aula ber-AC dengan fasilitas hiburan yang memadai.
Pengungsi pun dapat beristirahat dengan nyaman, yakni. menggunakan karpet tebal yang telah disiapkan petugas.
Posko DPRD juga disediakan satu unit televisi layar besar, fasilitas wifi, layanan cek kesehatan, serta toilet dan kamar mandi yang layak menunjang kebutuhan para pengungsi selama berada di lokasi.
“Warga Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan sudah mulai datang. Total sementara sekitar 165 orang warga korban banjir,” ujar Sekretaris Komisi A DPRD Kudus, Muh tamat.
Menurut Muhtamat, aula DPRD Kudus berkapasitas mampu menampung 500 orang pengungsi. Jika nantinya jumlah pengungsi terus bertambah, pihak DPRD segera berkoordinasi dengan BPBD untuk mendirikan tenda tambahan di halaman gedung dewan setempat.
Berbagai kebutuhan warga selama mengungsi disiapkan oleh Pemkab dan BPBD Kudus. --
Kebutuhan Logistik Pengungsi
Tak hanya itu, DPRD Kudus berencana membuka dapur umum untuk melayani kebutuhan makan dan minum para pengungsi.
“Kami sudah menerima bantuan makanan dari dapur SPPG yang biasa melayani program MBG. Ke depan kami juga akan menyiapkan dapur umum bagi korban banjir,” jelasnya.
Di lain sisi, Kasi Kedaruratan dan Kebencanaan BPBD Kudus, Munaji menyebutkan, banjir telah berdampak pada 35 desa di 7 kecamatan.
Bahkan sebanyak 5.093 rumah tercatat masih tergenang, dengan jumlah warga terdampak mencapai 15.284 KK atau sekitar 48.190 jiwa.
Adapun jumlah warga yang saat ini mengungsi sebanyak 596 jiwa dari 233 KK, yang tersebar di tujuh lokasi pengungsian.
“Pengungsi terbanyak berasal dari Desa Karangrowo dengan jumlah sekitar 202 jiwa,” pungkas Munaji.