Angin Lesus Mengamuk di Kudus, Puluhan Rumah Rusak dan 38 Pohon Tumbang
Bencana angin puting beliung di tengah hujan deras kembali mengancam wilayah Kudus. --
KUDUS, diswayjateng.id- Potensi bencana angin puting beliung di tengah hujan deras, kini mulai mengancam wilayah Kabupaten KUDUS. Tercatat sebanyak puluhan rumah dan pohon tumbang terjadi di wilayah setempat.
Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sekitar pukul 17.30 hingga 18.00 WIB tersebut juga memicu pemadaman listrik di sembilan kecamatan.
Dari data sementara Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus pada Jumat (6/3/2026), pohon tumbang terjadi di berbagai titik dan sempat menutup akses jalan dan mengganggu aktivitas warga.
Selain pohon tumbang, cuaca ekstrem juga mengakibatkan kerusakan bangunan. Beberapa rumah dilaporkan mengalami rusak akibat tertimpa pohon.
Kondisi itu terjadi di Desa Gondoharum, Pladen, Bakalan Krapyak, Mlati Norowito, Klumpit, Lambangan, hingga Wergu Kulon.
Sementara itu, rumah usaha di Purwosari Sekaran dan atap gudang di Kelurahan Purwosari, juga mengalami rusak akibat diterjang angin.
Kerusakan juga terjadi pada genteng rumah warga di Desa Jati Kulon serta insiden runtuhnya bagian bangunan di Masjid Kajeksan. 
Tercatat sebanyak puluhan rumah dan pohon tumbang terjadi di wilayah setempat. --
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengaku langsung mengerahkan personel usai menerima laporan dari masyarakat.
“Tim bergerak cepat mengevakuasi pohon tumbang, pembersihan material, serta pendataan kerusakan rumah warga. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Eko.
Dampak hujan deras dan angin kencang, kata Eko, juga merusak jaringan instalasi listrik. Karena itu, menyebabkan pemadaman secara masif di sembilan kecamatan.
"Perbaikan dilakukan oleh PLN Kudus Kota dan UP3 Kudus secara bertahap, dan aliran listrik dinyalakan kembali setelah jaringan dinyatakan aman, " imbuhnya.
Penanganan melibatkan Satgas BPBD Kudus bersama unsur TNI-Polri, Dinas PKPLH, Dishub, Satpol PP, relawan Destana, SAR LPBI NU, MDMC, BAGANA NU, serta masyarakat sekitar.
Hingga saat ini, total kerugian masih dalam tahap pendataan dan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
“Data ini masih bersifat sementara dan akan terus kami perbarui sesuai perkembangan di lapangan,” pungkas Eko.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
