Penyuluh Agama KUA Purwodadi Grobogan Jalankan Program Pegang Ceting

Kamis 15-01-2026,13:47 WIB
Reporter : Achmad Fazeri
Editor : Laela Nurchayati

GROBOGAN, diswayjateng.com - KUA Purwodadi Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah melalui Penyuluh Agama Islam, Tasripan, melaksanakan program Pegang Ceting, yakni Penyuluh Agama Ngajak Cegah Stunting.

"Program Pegang Ceting ini kami mulai sejak tahun 2023," ungkap Kang Ipan, sapaan akrabnya, kepada Disway Jateng di Posyandu ILP Kenanga 4, Kwarungan, Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, pada Kamis (15/1/2026).

Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Grobogan ini mengembangkan program Pegang Ceting melalui tiga pendekatan strategis yang menyentuh langsung aspek sosial, psikologis, dan spiritual masyarakat.

Pendekatan pertama yaitu Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), dengan fokusnya membentuk karakter remaja lewat nilai Islam dan menjauhkan dari pernikahan dini.

“Melalui kegiatan. BRUS, remaja diajak membangun akhlak mulia, menjauhi pergaulan bebas, dan mempersiapkan masa depan sebagai generasi Qur’ani yang tangguh,” katanya.

Kang Ipan melanjutkan, pendekatan kedua adalah “Ikhtiar Sakinah” yang memberikan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin untuk memahami pentingnya 1.000 hari pertama dalam kehidupan.

"Dalam bimbingan ini, pasangan muda akan diberikan bekal spiritual, edukasi kesehatan keluarga, dan pentingnya kesiapan mental dalam membina rumah tangga," jelasnya.

Berikutnya, Kang Ipan menambahkan, pendekatan ketiga “Pegang Ceting Plus” dengan hadir langsung ke rumah pasangan muda atau keluarga yang memiliki anak dengan risiko stunting. 

"Pada kegiatan ini, kami bekerjasama dengan bidan desa, memberi bantuan makanan yang bergizi serta dukungan psikososial kepada keluarga," ujarnya.

Kang Ipan menyebut, penyuluh agama Islam harus mampu menjadi jembatan antara nilai-nilai keimanan dengan penyelesaian masalah sosial, termasuk stunting. Ia pun percaya dakwah yang kontekstual dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat mampu menjadi solusi strategis bagi masalah kesehatan nasional.

Atas dedikasinya di bidang kesehatan, Kang Ipan mendapat Juara 1 Penyuluh Agama Islam (PAIS) Award 2025 untuk kategori Kesehatan Masyarakat pada tingkat Provinsi Jawa Tengah dan juga peringkat 6 tingkat nasional.

Kang Ipan menjadi satu dari sedikit penyuluh agama yang menyelaraskan dakwah dengan inovasi kesehatan dan sosial secara terstruktur dan terukur.

Program ini juga memberikan harapan baru, bahwa penyuluh agama Islam mampu berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting yang menjadi perhatian nasional.

"Stunting bukan hanya mengenai gizi, tetapi juga kesiapan spiritual, edukasi keluarga, dan pembentukan karakter sejak dini," pungkasnya menegaskan.

Kategori :