Dini Hari Diterjang Banjir, Tanggul Sungai Plumbon Jebol 25 Meter di Mangkang Kulon Semarang

Dini Hari Diterjang Banjir, Tanggul Sungai Plumbon Jebol 25 Meter di Mangkang Kulon Semarang

JEBOL: Tanggul sungai plumbon, Kelurahan Mangkang kulon, Kecamatan Tugu kembali ambrol -Dok. warga-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com – Tanggul di aliran Sungai Plumbon jebol pada Rabu 4 Maret 2026 sekitar pukul 02.00 WIB. Peristiwa yang terjadi di wilayah RW 1, Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang itu menyebabkan air meluap ke permukiman dan merendam ratusan warga. 

Jebolnya tanggul dilaporkan berada di RT 1 RW 1 dengan panjang kerusakan diperkirakan mencapai 25 meter. Air yang masuk ke perkampungan terjadi saat sebagian besar warga masih tertidur. 

Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Tugu, Muhammad Khoirul Amir, mengatakan sedikitnya 50 kepala keluarga atau sekitar 120 jiwa terdampak akibat peristiwa tersebut. 

“Lokasi tanggul yang jebol berada di RT 1 RW 1 Mangkang Kulon dengan panjang kurang lebih 25 meter. Sekitar 50 kepala keluarga atau kurang lebih 120 warga terdampak. Selain rumah warga, ada juga fasilitas umum seperti pondok dan sekolah MI yang ikut terdampak,” ujarnya. 

Salah satu warga, Erna, menuturkan air datang secara tiba-tiba sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, sebagian besar warga belum menyadari adanya ancaman banjir. 

“Kejadian sekitar jam 1.30 pagi, orang rumah juga masih pada tidur. Tiba-tiba air itu langsung datang besar. Sebelum jebol ini, sebenarnya sudah ada retakan sudah lama,” katanya. 

Menurut dia, derasnya arus membuat sejumlah warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga. Beberapa di antaranya dilaporkan kehilangan perhiasan emas hingga uang tunai karena terbawa air. 

Selain menimbulkan kerugian materiil, banjir juga berdampak pada aktivitas pendidikan anak-anak. Erna menyebut anaknya yang seharusnya mengikuti ujian terpaksa tidak masuk sekolah. 

“Anak saya yang seharusnya hari ini ujian, jadinya harus izin. Tadi pagi saya sudah izin ke wali kelasnya,” ujarnya.

Pasca-kejadian, warga RW 1 Mangkang Kulon membutuhkan bantuan logistik, terutama air bersih dan bahan kebutuhan pokok. Genangan yang masuk ke rumah membuat persediaan air tidak layak digunakan. 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: