BPBD Jepara Pantau 18 Titik Longsor dan 3.522 Warga Desa Tempur Terisolasi

Senin 12-01-2026,13:16 WIB
Reporter : Arief Pramono
Editor : Laela Nurchayati

Arwin juga melaporkan BPBD Jepara menyampaikan kebutuhan mendesak untuk segera mengatasi isolasi dan memulihkan akses. 

"Kebutuhan utama adalah tambahan alat berat berupa xcavator tipe PC-75 untuk menangani material besar, alat konvensional untuk mempercepat pembersihan dan logistik untuk menjamin pasokan bagi ribuan warga terdampak, " papar Arwin. 

Untuk koordinasi bantuan atau konfirmasi, masyarakat dapat menghubungi Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) BPBD Jepara. 


BPBD Jepara merilis laporan skala kerusakan bencana tanah longsor Desa Tempur. --

Buka Isolasi Desa Tempur

BPBD Jepara memusatkan sumber daya utama untuk menembus isolasi Desa Tempur, yang akses jalannya putus total akibat longsor. 

BPBD Jepara juga mendirikan pos dan dapur umum di Desa Damarwulan. Lokasi ini strategis untuk mendukung dua lokasi sekaligus, logistik untuk warga Tempur yang terisolir dan respons cepat untuk banjir di Desa Sumberejo. 

BACA JUGA:Jalan Utama ke Wisata Religi Sunan Muria Longsor, Rute Bus Peziarah Dialihkan via Jalur Gembong Pati

BACA JUGA:Warga Desa Tempur Jepara Terisolir Akibat Longsor, Akses Jalan dan Listrik Terputus Total

Dari posko di Damarwulan, BPBD siap mendistribusikan minimal 100 bungkus makanan bagi warga Tempur dan Sumberejo. Serta satu unit truk tangki air di Sumberejo untuk pembersihan lumpur pasca banjir.

"Prioritas kami saat ini adalah membuka akses ke Desa Tempur. Jalan yang putus dan hilang sekitar 60 meter memerlukan penilaian teknik segera," imbuh Arwin. 

Tim BPBD berupaya mencapai titik kerusakan untuk menentukan metode perbaikan tercepat. 

"Strategi yang dijalankan adalah pembukaan jalur dari dua arah dengan mengerahkan lima unit alat berat, " pungkasnya. 

 

 

Kategori :