BATANG, diswayjateng.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Batang sejak Selasa sore memicu banjir di sejumlah kawasan pesisir. Banjir di Batang ini menyebabkan ratusan rumah warga di Kelurahan Klidang Lor dan Karangasem Utara terendam air.
Banjir tersebut diperparah oleh fenomena rob atau pasang air laut yang terjadi bersamaan.
Kepala BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, menyampaikan bahwa banjir mulai terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.
Curah hujan tinggi dari wilayah selatan Batang menjadi salah satu faktor utama naiknya debit air. Selain itu, pasang air laut turut memperlambat aliran air menuju muara.
BACA JUGA: Bidan Delima dari Batang dan Kota Pekalongan Jalani Pembinaan IBI Jateng, Ada Apa?
BACA JUGA: Sudah Musim Durian, Ini Rekomendasi Disparperta Batang
“Curah hujan cukup deras, ditambah rob dari laut, sehingga air naik dan masuk ke rumah-rumah warga,” ujar Wawan saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu malam 10 Januari 2026.
Ketinggian air di titik terparah dilaporkan mencapai sekitar 1,2 meter. Wilayah paling terdampak berada di bagian utara kawasan permukiman.
Meski sempat menggenangi rumah warga, air mulai berangsur surut sekitar pukul 20.30 hingga 21.00 WIB. BPBD bersama tim di lapangan memastikan bahwa hingga malam hari kondisi sudah terkendali.
“Saat ini sudah surut semua, rumah-rumah sudah tidak ada yang kemasukan air,” kata Wawan.
BACA JUGA: Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Batang Capai 16 Ribu Unit
BACA JUGA: Belum Ada Desa Mandiri, Ketua Komisi I DPRD Batang Dorong IDM dan Dana Insentif Desa
Warga yang terdampak terlihat mulai melakukan bersih-bersih rumah. BPBD juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan air susulan.
Berdasarkan prediksi BMKG, puncak rob diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari. Namun, warga setempat dinilai sudah cukup memahami siklus pasang air laut.
“Prediksi warga, nanti malam air naik lagi, tapi tidak separah ini, hanya sampai ke jalan,” jelas Wawan.