Ia juga menekankan bahwa bantuan beras bukan solusi permanen. Ke depan, Pemkab Tegal berkomitmen memperkuat sektor kelautan melalui program pemberdayaan nelayan, peningkatan sarana dan prasarana perikanan, penguatan kelembagaan nelayan, hingga diversifikasi sumber penghasilan di wilayah pesisir.
“Harapannya, paceklik segera berakhir, nelayan bisa kembali melaut secara normal, dan penghasilan mereka pulih. Semua ini demi Tegal yang semakin luwih apik,” ujarnya.
Sementara itu, Subekhi (42), nelayan asal Warureja, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengaku sudah sepekan lebih tidak melaut akibat cuaca ekstrem.
“Sejak cuaca ekstrem, saya sudah tidak melaut. Biasanya cari ikan bisa sampai lima hari baru pulang, tapi sekarang cuaca tidak stabil. Bantuan beras ini sangat membantu untuk keluarga,” ungkapnya.
Di tengah debur ombak dan langit yang belum bersahabat, bantuan beras ini menjadi penanda bahwa nelayan Pantura Tegal tidak berjuang sendirian. Pemerintah hadir, membawa harapan, sembari menunggu laut kembali ramah.