Angkat Tema Manajemen Stres, TOKS BKPSDM Banjir Peminat ASN

Sabtu 30-08-2025,09:00 WIB
Reporter : K Anam Syahmadani
Editor : Rochman Gunawan

TEGAL, diswayjateng.id - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tegal kembali menggelar Transfer of Knowledge Series (TOKS).

Memasuki seri ketujuh, TOKS kali ini mengangkat tema yang menyentuh aspek keseharian Aparatur Sipil Negara (ASN), yaitu Manajemen Stres dan ASN Produktif. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring, ini banjir peminat dari kalangan ASN.

‎Terbukti dengan membludaknya pendaftar dan 500 kuota yang disediakan terpenuhi. “Ternyata, ini menarik minat teman-teman ASN,” kata Kepala BKPSDM Kota Tegal Slamet Wahyono saat dikonfirmasi.

Slamet membuka langsung kegiatan yang menghadirkan psikolog dari Jakarta, Kinanti Alfisyahri. Bertindak sebagai moderator Kepala Bidang Mutasi dan Pengembangan ASN BKPSDM Ajeng Wilutantri.

BACA JUGA:BPSDM Gelar Talkshow Build Up Yourself, Kupas Tuntas Beasiswa UNDIP

‎Slamet menegaskan stres bukan sesuatu yang harus dihindari atau dianggap sebagai kesalahan. Stres adalah respons alami tubuh terhadap situasi. Ini semacam alarm yang justru penting sebagai sinyal bahwa tubuh dan pikiran sedang mencoba beradaptasi.

Karena itu, yang terpenting adalah bagaimana mengelolanya agar tidak berdampak negatif terhadap produktivitas. “ASN ditugaskan di manapun harus bisa menyesuaikan,” imbuh Slamet.

‎TOKS menjadi kelas rutin yang diadakan BKPSDM untuk memberi ruang pembelajaran bagi ASN, dengan mengangkat tema-tema mulai dari aturan baru, inovasi, maupun tema lain yang relate atau sesuai dengan kebutuhan ASN.

Di seri ketujuh, BKPSDM menghadirkan narasumber Kinanti Alfisyahri, psikolog asal Jakarta. Kinanti secara komprehensif membedah cara-cara efektif dalam memahami, mengenali, dan mengelola stres agar ASN tetap produktif.

‎Dikatakan Kinanti, stres adalah reaksi seseorang baik secara fisik maupun emosional apabila ada perubahan lingkungan yang mengharuskan untuk menyesuaikan diri. Terdapat empat jenis respons stres.

Yaitu, tubuh dan pikiran siap menyerang, fokus mencari jalan kabur dari situasi, tubuh dan pikiran membeku untuk meminimalkan ancaman, dan mengutamakan kebutuhan orang lain untuk menghindari konflik.

‎Kinanti menjelaskan tiga teknik mengelola stres, meliputi Breathing Technique yaitu, pernafasan lambat dan ritmis dengan mengaktifkan ventral vagal complex (bagian saraf di otak).

Time Buffer, memberi jeda tubuh sebelum merespons. Sesuai Teori CBT, perilaku reaktif bisa diredam dengan cognitive restructuring dengan jeda. Terakhir, Progressive Muscle Relaxation, di mana otot ditegangkan, tahan, dan release pelan-pelan.

‎Melalui kegiatan ini, diharapkan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tegal dapat membangun kesadaran diri akan pentingnya manajemen stres sebagai bagian dari pengembangan kompetensi personal dan profesional.

Kategori :