Dinkes Kabupaten Tegal Gelar PKG untuk Anak Sekolah

Selasa 15-07-2025,18:21 WIB
Reporter : Yeri Noveli
Editor : Rochman Gunawan

SLAWI, diswayjateng.id – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan bakal menggulirkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) secara nasional mulai Juli 2025. Di Kabupaten Tegal, Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan kesiapan penuh untuk mengimplementasikan program tersebut, khususnya bagi anak usia sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.

Program ini menyasar peserta didik mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK. Tak hanya itu, siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB), pondok pesantren, hingga anak usia 7 sampai 17 tahun yang tidak bersekolah juga tetap menjadi bagian dari sasaran layanan.

Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret pemerintah dalam menjangkau seluruh lapisan anak dan remaja tanpa terkecuali.

Kepala Dinkes Kabupaten Tegal, dr. Ruszaeni, menyampaikan bahwa PKG merupakan strategi penting dalam mendeteksi dini berbagai persoalan kesehatan yang kerap luput dari perhatian. Menurutnya, banyak anak terlihat sehat secara fisik, namun menyimpan risiko gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang.

BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Dorong Persalinan Aman di Fasilitas Kesehatan

BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Serukan Stop Narkoba

“Kesehatan anak usia sekolah dan remaja adalah modal dasar membentuk generasi penerus bangsa yang unggul. PKG bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko sejak dini, mencegah komplikasi, serta menekan angka kecacatan dan kematian akibat penyakit yang tidak terdeteksi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan tren yang cukup mengkhawatirkan. Sekitar 1 dari 6 anak usia 13–15 tahun serta 1 dari 8 anak usia 16–18 tahun mengalami kelebihan berat badan hingga obesitas. Selain itu, kasus anemia juga masih tinggi, yakni terjadi pada 1 dari 6 anak usia 5–14 tahun dan usia 15–24 tahun.

“Selama ini banyak yang mengira anak-anak sehat karena tampak aktif. Padahal, ada kondisi tertentu yang tidak terlihat secara kasat mata, seperti anemia atau gangguan tumbuh kembang,” jelasnya.

Melalui PKG, pemeriksaan yang dilakukan tidak hanya sebatas fisik. Tim kesehatan juga akan menilai kondisi psikologis, status gizi, kesehatan gigi dan mulut, mata, telinga, hingga deteksi dini gangguan tumbuh kembang serta kesehatan mental. Pemeriksaan akan dilakukan langsung di sekolah oleh tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.

BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Sidak Pedagang Takjil, Ini Temuannya

BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Gelar Pelatihan Penyajian Bersama PHRI

Pelaksanaan program ini dijadwalkan dimulai serentak pada Juli 2025, bertepatan dengan awal tahun ajaran baru. Dinkes pun menggandeng pihak sekolah serta orang tua untuk mendukung kelancaran program tersebut. Sosialisasi akan dilakukan kepada guru dan wali murid agar mereka memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.

“Kami minta sekolah aktif menyampaikan informasi ini. Orang tua juga harus memastikan anak-anak ikut diperiksa. Ini demi kebaikan mereka sendiri,” tegas dr. Ruszaeni.

Antusiasme terhadap program ini juga datang dari kalangan siswa. Rina (15), siswi salah satu SMP di Slawi, mengaku senang dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah. Menurutnya, program ini sangat membantu karena tidak semua siswa rutin memeriksakan kesehatannya.

Kategori :