Cara Pemkab Tegal Hidupkan Kembali Bahasa Jawa di Kalangan Muda

Cara Pemkab Tegal Hidupkan Kembali Bahasa Jawa di Kalangan Muda

SUPPORT - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal membuka sosialisasi Revitalisasi Bahasa Daerah.-Hermas Purwadi/Radar Tegal Grup-

SLAWI, diswayjateng.id - Pemerintah Kabupaten Tegal terus memacu upaya pelestarian Bahasa Jawa di lingkungan sekolah. Langkah nyata ini diwujudkan melalui sosialisasi Revitalisasi Bahasa Daerah yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal pada Senin (20/7/2026).

Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari sinergi yang telah dibangun sebelumnya bersama Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Lewat langkah ini, penggunaan bahasa ibu diharapkan kembali mengakar kuat di kalangan generasi muda.

Bahasa Jawa Sebagai Pondasi Budi Pekerti Anak

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Winarto SE, MM, menegaskan pentingnya menjaga eksistensi bahasa daerah. Menurutnya, Bahasa Jawa bukan sekadar alat untuk berkomunikasi sehari-hari.

"Melalui Bahasa Jawa, anak didik kita belajar soal tata krama, menghormati orang lain, cinta budaya sendiri, dan membangun karakter yang baik," tegas Winarto.

BACA JUGA:Mangkrak Berbulan-bulan, TPST Sidapurna Tegal Kembali Beroperasi Lewat Gotong Royong Warga

BACA JUGA:Kejari Kabupaten Tegal dan Dinsos Jemput Bola Urus Hak Perwalian Anak LKSA

Ia menambahkan bahwa bahasa daerah adalah pusaka budaya yang kaya akan ajaran moral, tata krama, serta nilai identitas diri masyarakat Jawa.

Peran Strategis Guru dan Sinergi Lintas Sektor

Untuk melestarikan bahasa ibu, Winarto menekankan perlunya kolaborasi erat. Pemerintah, sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat luas harus bergerak bersama.

Dalam ekosistem ini, guru memegang peranan yang paling krusial.

  • Teladan Nyata: Guru berinteraksi langsung dengan siswa setiap hari di sekolah.
  • Pembentuk Karakter: Guru menjadi figur teladan dalam menerapkan bahasa daerah.
  • Pembangun Rasa Bangga: Guru bertugas membimbing agar siswa tidak merasa malu menggunakan bahasa ibu.

Lewat pembiasaan harian, anak-anak dan penutur muda diharapkan bangga menuturkan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:Sinergi Forkopimda Kabupaten Tegal Siapkan Pilkades Serentak 2027 yang Aman

BACA JUGA:Badai di BUMDes Munjungagung Tegal: Warga dan DPRD Desak Audit Investigasi Total

Pembinaan Berkelanjutan dan Target Festival Tunas Bahasa Ibu

Winarto meminta para pendidik yang hadir dalam sosialisasi untuk segera merancang program pembinaan bahasa daerah di sekolah masing-masing. Pembinaan ini tidak boleh bersifat instan atau sekadar formalitas saat ada perlombaan saja.

Proses edukasi harus berjalan secara konsisten dan berkesinambungan sejak dini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait