Puskesmas Margadana Pacu Zona Integritas Lewat Inovasi Baru

Puskesmas Margadana Pacu Zona Integritas Lewat Inovasi Baru

PEMERIKSAAN - Kepala Puskesmas Margadana dr Emi Haryati berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang bersih, transparan, akuntabel, dan berkualitas bagi masyarakat, termasuk saat pemeriksaan di Puskesmas Margadana.-MEIWAN DANI RISTANTO/RADAR TEGAL-

TEGAL, diswayjateng.id - Puskesmas Margadana bergerak cepat membenahi seluruh lini pelayanan demi meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Langkah serius dalam pembangunan Zona Integritas (ZI) ini dibuktikan lewat penguatan sistem tata kelola, transparansi publik, hingga peluncuran deretan inovasi kesehatan non-farmakologis bagi warga Kota Tegal.

Kepala Puskesmas Margadana, dr. Emi Haryati, menegaskan bahwa proses transformasi ini tidak sekadar memenuhi tumpukan berkas administrasi semata. Nilai utama reformasi birokrasi ini harus berdampak langsung pada kenyamanan dan kepuasan pasien saat berobat.

Fasilitas Baru: Poli Manajemen Nyeri dan Konsultasi Herbal

Guna menjawab kebutuhan masyarakat akan penanganan medis yang minim bahan kimia, fasilitas kesehatan ini merilis layanan Poli Manajemen Nyeri. Layanan komplementer ini menggabungkan dua metode penanganan, yakni Akupunktur Medis dan Fisioterapi.

"Layanan ini diharapkan menjadi alternatif penanganan yang efektif sekaligus mengurangi ketergantungan pasien terhadap obat-obatan tertentu," ujar dr. Emi Haryati.

BACA JUGA:Deteksi Dini Penyakit Jadi Kunci Hidup Sehat, Puskesmas Slerok Tegal Kenalkan Gasspol CKG

BACA JUGA:Pembangunan Puskesmas Banyuasin Diprioritaskan 2027, DPRD Purworejo: Kondisinya Sudah Sangat Memprihatinkan

Selain pemulihan keluhan nyeri dan kekakuan sendi, pihak puskesmas juga menghadirkan Konsultasi Resep Terapi Herbal. Layanan edukatif ini memandu warga dalam memanfaatkan jamu tradisional yang terstandarisasi, aman, dan sesuai panduan medis.

Layanan Ibu Anak 24 Jam dan Bebas Pungli

Pada sektor Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Puskesmas Margadana menyiagakan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam penuh. Fasilitas ini disiapkan untuk menjamin proses persalinan berlangsung aman, nyaman, dan ditangani tenaga profesional.

Seluruh jajaran staf dan tenaga medis berkomitmen menerapkan penolakan tegas terhadap segala bentuk gratifikasi maupun pungutan liar (pungli). Kebijakan ini menjadi pilar utama dalam menjaga integritas dan akuntabilitas instansi.

BACA JUGA:Dugaan Korupsi BOK Puskesmas Blado Batang, Kuasa Hukum: Klien Kami Ikuti 'Sistem Lama'

BACA JUGA:Deteksi Dini Penyakit Wanita, Puskesmas Tanon II Luncurkan Inovasi

Tekan Stunting Lewat Inovasi Program Centang Biru

Di bidang kesehatan masyarakat, langkah pencegahan gizi buruk diperkuat lewat inovasi bernama "Centang Biru" (Cegah, Entaskan, Atasi Stunting dengan Pemeriksaan Balita, Ibu Hamil, dan Perubahan Perilaku).

Program terpadu ini menyasar langsung keluarga berisiko stunting melalui beberapa tindakan preventif:

  • Pemeriksaan rutin bagi balita dan ibu hamil.
  • Pendampingan berkelanjutan untuk keluarga rentan.
  • Edukasi masif terkait pola asuh anak dan asupan gizi seimbang.

Penerapan strategi promotif dan preventif melalui "Centang Biru" terbukti memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka stunting di wilayah kerja Margadana.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait