Dinkes Kabupaten Tegal Serukan Stop Narkoba
HIDUP SEHAT - Kepala Dinkes Kabupaten Tegal dr Ruszaeni SH MM saat memberikan materi tentang hidup sehat kepada para pelajar SMA di Kabupaten Tegal.--
SLAWI, diswayjateng.com – Momentum Hari Anti Narkoba Internasional dimanfaatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal untuk memperkuat kampanye hidup sehat sekaligus mengingatkan masyarakat tentang bahaya laten narkotika. Peringatan yang bersifat global ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi alarm keras bahwa ancaman narkoba masih nyata dan terus mengintai, terutama generasi muda.
Kepala Dinkes Kabupaten Tegal, dr Ruszaeni SH MM, menegaskan bahwa narkoba bukan hanya persoalan individu, melainkan ancaman serius bagi masa depan bangsa. Dengan jumlah penduduk besar dan dominasi usia produktif, Indonesia dinilai menjadi pasar potensial bagi peredaran gelap narkotika.
“Peringatan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah pengingat bahwa narkoba menjadi masalah nyata di tengah masyarakat. Dampaknya tidak hanya merusak individu, tapi juga keluarga dan lingkungan sosial,” ujar Ruszaeni.
Ia mengungkapkan, penyalahgunaan narkoba dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tekanan sosial, lingkungan pergaulan, hingga minimnya edukasi tentang risiko yang ditimbulkan. Kondisi ini membuat generasi muda menjadi kelompok paling rentan terjerumus dalam lingkaran adiksi.
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Sidak Pedagang Takjil, Ini Temuannya
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Gelar Pelatihan Penyajian Bersama PHRI
“Banyak anak muda yang terpapar bukan karena niat awal, tapi karena coba-coba, tekanan teman sebaya, atau kurangnya pemahaman. Di sinilah pentingnya edukasi sejak dini,” katanya.
Dampak narkoba, lanjut Ruszaeni, tidak bisa dianggap remeh. Ketergantungan zat adiktif dapat memicu gangguan fisik maupun psikis, mulai dari kerusakan sistem saraf hingga organ vital tubuh. Bahkan, dalam jangka panjang dapat menghancurkan masa depan penggunanya.
Karena itu, ia menekankan bahwa pencegahan harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga. Orang tua diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak serta menciptakan lingkungan rumah yang aman dan nyaman.
“Perlindungan terbaik dimulai dari keluarga. Mari jadikan rumah sebagai ruang yang aman dari godaan adiksi atau candu. Anak-anak harus merasa didengar dan dilindungi,” tegasnya.
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Berinovasi dengan Program Pepes Teri
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Adakan Pelatihan Konseling PMBA
Lebih jauh, Ruszaeni menyebut upaya pencegahan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan pendekatan holistik dan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah, komunitas, hingga pemerintah daerah.
Menurutnya, pendidikan menjadi kunci utama dalam membentengi generasi muda. Program edukasi harus dilakukan secara konsisten dengan menanamkan kesadaran akan pentingnya kesehatan fisik dan mental. Selain itu, anak-anak juga perlu dibekali keterampilan hidup atau life skills agar mampu menolak tekanan negatif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:








