“Kalau di sekolah kan jadi lebih mudah. Saya jadi tahu kondisi kesehatan sendiri tanpa harus ke puskesmas. Semoga bisa rutin dilakukan,” ungkapnya.
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Berinovasi dengan Program Pepes Teri
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Adakan Pelatihan Konseling PMBA
Hal serupa disampaikan oleh Andi (17), siswa SMA di wilayah Adiwerna. Ia menilai program ini penting, terutama untuk mendeteksi masalah kesehatan yang sering tidak disadari remaja.
“Kami kadang merasa sehat, padahal belum tentu. Dengan adanya pemeriksaan ini, kami jadi lebih peduli sama kesehatan sendiri,” katanya.
Lebih jauh, PKG tidak hanya dipandang sebagai program layanan kesehatan semata, tetapi juga bagian dari upaya besar pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat. Dengan kondisi fisik dan mental yang baik, diharapkan siswa dapat lebih optimal dalam belajar dan meraih prestasi.
Melalui slogan “Sehat dimulai dari diri sendiri, sekolah sehat dimulai dari kita semua,” pemerintah ingin menanamkan kesadaran bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Program ini juga menjadi salah satu bentuk nyata penguatan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M).
Dinkes Kabupaten Tegal pun mengimbau seluruh sekolah segera berkoordinasi dengan puskesmas di wilayah masing-masing. Dengan sinergi yang kuat antara tenaga kesehatan, sekolah, dan orang tua, program PKG diharapkan berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi generasi muda.
Yang tak kalah penting, seluruh layanan dalam program ini diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya, sehingga tidak ada alasan bagi siswa untuk tidak ikut serta. Pemerintah berharap, melalui langkah ini, kualitas kesehatan anak-anak di Kabupaten Tegal dapat semakin meningkat dari waktu ke waktu. (adv)