Kericuhan Warnai Semarang Night Carnival 2025, Pengunjung Bersitegang dengan Satpol PP

Senin 05-05-2025,07:03 WIB
Reporter : Wahyu Sulistiyawan
Editor : Laela Nurchayati

Namun SNC kali ini dikarenakan acara tersebut terdapat panggung hiburan musik oleh Ndarboy, sehingga posisi penonton berada di tengah jalan Pemuda dan menghalangi defile yang mau melintas.

Tidak hanya itu, sejumlah pengunjung juga mengalami pingsan karena saking padatnya orang yang ingin menyaksikan parade dalam rangka hari jadi Kota Semarang ini.

BACA JUGA:Jazz Untuk Semua Kalangan, Komunitas Ngisoringin Semarang Ramaikan Internasional Jazz Day di Uptown Mall

BACA JUGA:Enam Mahasiswa Jadi Tersangka Kericuhan Aksi May Day 2025 di Semarang 

Atas kejadian tersebut, sejumlah pengunjung terpaksa melepas pengikat pagar pembatas agar bisa lebih leluasa.

Defile Semarang Night Carnival dimulai pukul 19.45 wib dari Titik Nol Kilometer depan Kantor Pos Johar dan tiba di depan Balai Kota Semarang pada pukul 20.40 wib.

Iringan pertama penampilan dari Drum Band Akpol, dilanjutkan dengan defile bintang tamu dari Grobogan Carnival Center dan Salatiga Iconic Costume. Kemudaian dilanjutkan dengan defile kostum Penjor, Merak dan Anggrek.

Pengunjung terpaksa membubarkan diri karena hujan deras turun secara tiba-tiba ditengah acara yang masih berlangung. 

BACA JUGA:Wali Kota Semarang Paparkan LKPJ 2024, Fokus Program Pro Rakyat dan Efisiensi Anggaran di Sidang Paripurna

BACA JUGA:Ketua DPRD Jateng Sesalkan Bentrok Saat Aksi May Day di Semarang

Susan, seorang mahasiswi Unisula mengatakan, banyak anak kecil yang tergencet dan susah nafas karena padatnya penonton dewasa. 

"Tadi juga sempat tergencet sih dan banyak anak kecil yang tergencet. Kadang masih digendong sama mamanya berusia 10 atau 9 tahun, kalau kegencet tidak nafas dan mereka juga tidak bisa melihat karena kehalang sama teman-teman yang sudah dewasa," jelasnya.

Menurutnya, konsep SNC ini bagus, karena dibelakang ada pagar sehingga banyak yang mengeluh.

"Cuma teman-teman yang nonton tetap desak-desakan di depan. Jadi untuk pengkondisiannya mungkin kalau sudah desak-desakan banyak yang merasa keberatan," terangnya wanita yang asli Jawa Timur ini.

Kategori :