Salatiga Harus Punya Kawasan Ikonik, Yasip Khasani: sebagai Daya Tarik Wisatawan

Rabu 22-01-2025,17:43 WIB
Reporter : Nena Rna Basri
Editor : Wawan Setiawan

SALATIGA, diswayjateng.id - Kota Salatiga harus mempunyai satu kawasan ikonik yang mempunyai daya tarik tertentu sehingga mampu menarik wisatawan untuk datang.

Hal ini disampaikan Penjabat Wali Kota Salatiga Yasip Khasani usai menghadiri Rapat Forkopimda Kota Salatiga di Kafe 1915 Arts Koffie Huis, Jalan Buk Suling 17 Salatiga, Selasa 21 Januari 2025.

Disampaikan Yasip, sebagai Kota Gastronomi di tingkat nasional Kota Salatiga harus menyiapkan satu kawasan ikonik hingga bisa terdengar sampai mendunia.

"Kita harus menyiapkan sebuah kawasan yang ikonik. Misal kawasan Salatiga tempo dulu, berada di sebuah kawasan tertentu, kawasan kuliner ada di daerah ini, dan lain sebagainya," ujar Yasip.

BACA JUGA: Makan Bergizi Gratis, Dandim Demak: Dapur Gizi Baru 40% Pengerjaan

BACA JUGA: Dua Jenazah Ditemukan, Jumlah Korban Longsor dan Banjir Bandang Petungkriyono Capai 19 Jiwa

Dengan kawasan ikonik, ia yakin akan memberikan impact yang penting untuk perkembangan Kota Salatiga kedepannya.

Yasip juga akan terus mendorong Kota Salatiga sebagai Kota Gastronomi di tingkat nasional sampai mendunia.

Tidak hanya mendapat momentum, tetapi Salatiga jiga dapat source-nya. Karena menurut dia, kemitraan dengan Kota Solo itu penting dan sangat bagus.

BACA JUGA: Ambles Hingga 3 Meter, KAI Daop 4 Semarang Percepat Perbaikan Gogosan Jalur KA Akibat Luapan Air di Grobogan

BACA JUGA: Bencana Longsor dan Banjir, Satlantas Polres Batang Tinjau Kerusakan Jalur dan Fasilitas Umum

"Jejaring dengan Solo terkait dengan Gastronomi sangat bagus. Terlebih bisa bergandeng tangan dengan kawasan sekitar, seperti Kota Solo untuk membangun  jejaring kuat Kota Gastronomi," paparnya.

Sedangkan, lanjut dia, untuk pelaksanaan Car Free Night (CFN), dan Car Free Day (CFD)  di Kota Salatiga akan terus dilakukan guna mendokrak ekonomi masyarakat Kota Salatiga.

Bahkan, ia menghendaki pelaksanaan CFN dan CFD harus bisa dioptimalkan gelarannya.

BACA JUGA: Pertama di Salatiga, ZAMP Air Minum Bisa Langsung Dikonsumsi Uji Coba di Perumahan Puri Wahid

BACA JUGA: Pelantikan Pengurus OSIS Masa Jihad 2024/2025 SMPIT Luqman Al Hakim Kabupaten Tegal


"Untuk CFN bisa menggunakan tenda seragam yang disiapkan Pemkot. CFD juga bisa dilakukan di Jalan Lingkar Salatiga (JLS)," pungkasnya.

Yasip bahkan mengusulkan, antara daerah Blotongan sampai Pulutan terdapat pasar tumpah. Adanya pasar tumpah nantinya akan di sambung dengan aktivitas seni, budaya, olahraga.

BACA JUGA: Didukung Pupuk oleh Pemkot, Polres Salatiga Tanam Jagung Dilahan Seluas 1.000 Meter

BACA JUGA: Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana Lantik Amir Makhfud Jadi Pj Bupati Tegal, Diminta Teruskan Capaian Positif

Kondisi tersebut diyakininya sangat menarik dan menjadi daya ungkit untuk perekonomian masyarakat.

Rapat Forkopimda Kota Salatiga di Kafe 1915 Arts Koffie Huis Jalan Buk Suling 17 Salatiga ini dihadiri pula Rektor UKSW Rektor UKSW Prof. Intiyas Utami dan Sekda Wuri Pudjiastuti.

Rektor UKSW Prof. Intiyas Utami

Sebelumnya, Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., memprediksi sekali gelaran Car Free Night perputaran uang di Salatiga mencapai Rp1,2 miliar.

"Kalau dilihat dalam satu momen Car Free Night perputaran uang itu Salatiga itu bisa mencapai Rp1,2 miliaran.  Maka kita bisa mendeteksi bagaimana kalau dilakukan setiap Sabtu. Sudah pasti segi perekonomian bisa bergairah dan masyarakat pun mendapatkan tempat untuk menambah income," kata Prof Intiyas saat berkeliling meninjau stand di sepanjang Jalan Diponegoro ditengah momen Car Free Night di Salatiga.

BACA JUGA: Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Ida Nurul Farida Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Kedal

BACA JUGA: Jelang Imlek, Kue Keranjang Dibagikan ke 170 Pelajar Sekolah Kuncup Melati

Jika memutar kultus financial system (budaya atau kultur dapat menjadi faktor yang memengaruhi sistem keuangan suatu negara), Intiyas menilai ekonomi tidak akan bisa memberikan manfaat.

Namun, melalui Car Free Night diinisiasi Pj Wali Kota Yasip Khasani beserta istri, yang juga Ketua PKK Salatiga Anita Nofiana dibarengi kolaborasi bersama UKSW, Intiyas berkeyakinan kegiatan positif ini berdampak luar biasa bagi Salatiga.

Ia pun mendukung, jika Car Free Night diselenggarakan tiap Sabtu malam. Dan UKSW akan mensupport dengan tidak perlu menunggu agenda Orientasi Mahasiswa Baru (OMB).

Kategori :