Isu Insentif Guru Dialihkan Program MBG, Ketua Gerindra Salatiga Bantah Sebut Kurang Telitinya Tim Anggaran
Ketua DPC Gerindra Salatiga Yuliyanto. Foto : Erna Yunus Basri--
SALATIGA, diswayjateng.com - Isu menyebutkan insentif guru non ASN di Salatiga dihapus dan dialihkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sampai ke telinga Wakil Ketua DPRD Salatiga yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Salatiga Yuliyanto.
Yuliyanto mengaku mendapatkan keluhan yang sama. Dengan tegas, Wali Kota Salatiga dua periode itu membantah isu tersebut.
"Informasi itu tidak benar (insentif guru dialihkan untuk program MBG), hal ini perlu diluruskan," tegas Yuliyanto saat dikonfirmasi, Senin 12 Januari 2025.
Menurut Yuliyanto, persoalan ini tidak lepas dari kurang telitinya tim anggaran yang baru saja menduduki jabatanya sehingga insentif guru kelewatan.
"Mestinya BAPERJAKAT tinggal menunggu hari pensiun, tidak melakukan usulan promosi dan mutasi ke Pejabat Pembina Kepegawaian atau Wali Kota," sebut Yuliyanto.
"Jadi menurut saya itu karena promosi dan mutasi pejabat secara besar-besaran yang tidak mempertimbangkan Tupoksi yang tepat, dimana saat itu proses menjelang pembahasan anggaran 2026," papar Yuliyanto.
Terjadinya kesalahan, ditegaskan dia, tidak terlepas dari peran Ketua BAPERJAKAT dan Ketua Tim Anggaran Daerah pada saat itu diemban Sekda Wuri Pudjiastuti.
"Ada 1.400 orang lebih guru non ASN yang tidak mendapatkan insentif tidak terlepas dari peran Ketua BAPERJAKAT dan Ketua Tim Anggaran Daerah. Akhirnya yang merasa di rugikan adalah para guru non ASN karena tidak menerima insentif dari pemerintah Kota Salatiga. Kasihan para guru non ASN tidak menerima insentif berbulan-bulan di tahun 2026 ini, sementara di RSUD sana terima insentif yang jumlahnya berjuta-juta. Namanya gak ada keadilan," ujarnya, dengan menyebut terang benderang namanya sejumlah pihak.
Yuliyanto sempat membandingkan massa jabatannya dua periode saat menjabat Wali Kota, insentif guru tiap tahun selalu naik.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Drs Muh Nasaruddin saat dikonfirmasi hal ini enggan berkomentar. Ia tegas menyebutkan, tidak mengetahui duduk persoalan yang disebutkan Wakil Ketua DPRD Salatiga Yuliyanto.
Terpisah, mantan Sekda Wuri Pudjiastuti saat dikonfirmasi perihal ini hanya menjawab singkat.
"Baru je dr gigi maag njih (baru ke dokter gigi maaf njih)," ujarnya.
Seperti diketahui, Dinas Pendidikan Kota Salatiga menerbitkan surat edaran mengenai tidak adanya anggaran insentif kesejahteraan bagi pendidik dan tenaga kependidikan pada Tahun Anggaran 2026.
Surat Edaran (SE) yang terbit pada Kamis, 8 Januari 2026, merujuk pada penetapan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinas Pendidikan Nomor DPA/A.1/1.01.0.00.1.0000/001/2026 Tahun 2026 yang menyatakan anggaran insentif kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan tidak direkomendasikan.
Surat edaran tersebut menyatakan bahwa tidak turunnya anggaran insentif kesejahteraan guru non-ASN di Kota Salatiga akan berdampak pada guru jenjang PAUD, RA, SD, SMP Swasta, MI, MTs, SPNF SKB, dan PKBM.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: