Drone Thermal Petakan Bara Api Tersembunyi di TPA Jatibarang Semarang, 24 Armada Dikerahkan
Drone thermal TPA Jatibarang Bara api tersembunyi di TPA Jatibarang-Dok.-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, diswayateng.id – Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, terus dilakukan dengan memanfaatkan teknologi drone thermal. Perangkat tersebut digunakan untuk mendeteksi titik panas yang masih tersembunyi di bawah timbunan sampah seluas sekitar 10 hektare, sekaligus membantu petugas menentukan lokasi pemadaman secara lebih tepat.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, hasil pemantauan udara menjadi acuan petugas untuk menentukan area yang perlu dibongkar dan disiram air guna mengendalikan bara api di dalam timbunan sampah.
“Drone thermal sangat membantu petugas memetakan koordinat titik panas secara tepat, sehingga pemadaman dan pembongkaran bisa difokuskan ke area paling krusial,” kata Agustina, Sabtu (3/10).
Titik Panas Masih Terdeteksi di Tiga Zona
Berdasarkan hasil pemantauan udara pada pukul 10.00 WIB, titik panas masih ditemukan di bawah timbunan sampah Zona 1, Zona 2, dan Zona 3. Bara api tersebut tidak terlihat dari permukaan sehingga membutuhkan pemetaan khusus untuk menentukan lokasi penanganan.
BACA JUGA:Asap TPA Jatibarang Semarang Belum Reda, Sekolah di Wilayah Terdampak Bisa Kembali Daring
BACA JUGA:Asap TPA Jatibarang Semarang Belum Reda, Sekolah di Wilayah Terdampak Bisa Kembali Daring
Agustina menyampaikan apresiasi kepada jajaran Brimob yang telah mengerahkan personel dan memfasilitasi penggunaan drone thermal untuk membantu mendeteksi titik panas.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dari koordinasi lintas instansi dalam mempercepat penanganan kebakaran di TPA Jatibarang.
24 Armada Salurkan Lebih dari 150 Ribu Liter Air per Hari
Untuk menindaklanjuti hasil pemetaan, sebanyak 24 armada tangki air dan pemadam gabungan dikerahkan ke lokasi. Armada tersebut berasal dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), PDAM Tirta Moedal, hingga PT Air Semarang Barat.
Total air yang disalurkan untuk mendukung proses pemadaman mencapai lebih dari 150.000 liter per hari.
Upaya tersebut difokuskan pada titik-titik panas yang terdeteksi melalui pemantauan udara. Pemetaan menggunakan drone thermal membantu petugas menentukan prioritas pembongkaran dan penyiraman agar penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.
BACA JUGA:Brigjen Roy Hardi Siahaan Jadi Kapolda Jateng, Pernah Jadi Kasat Reskrim Polrestabes Semarang
BACA JUGA:84 Pelajar Ikuti Table Tennis Championship Piala Wakil Wali Kota Pekalongan 2026
Pemeriksaan Kualitas Udara Terus Dilakukan
Selain pemadaman, Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan pemeriksaan kualitas udara di sekitar TPA Jatibarang pada pukul 10.00–12.00 WIB.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: drone thermal tpa jatibarang



