Hampir 2 Tahun Putus, Jembatan Kalongbali Kebumen Bikin Warga Terisolir
Kondisi Jembatan Kalongbali di Kelurahan Plarangan, Kecamatan Karanganyar, Kebumen, yang putus diterjang banjir sejak November 2024.-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-
KEBUMEN, diswayjateng.id – Jembatan Kalongbali di Kelurahan Plarangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, hingga kini belum kembali dibangun setelah putus diterjang banjir pada November 2024. Kondisi tersebut membuat akses warga terganggu dan memaksa masyarakat memutar hingga sekitar 2 kilometer untuk menuju wilayah seberang.
Jembatan yang berada di atas Sungai Karanganyar itu memiliki panjang sekitar 80 meter dengan lebar 1,5 meter. Sebagian badan jembatan ambruk setelah diterjang derasnya arus sungai saat banjir besar pada malam 9 November 2024.
Ketua RT 05/RW 05 Dukuh Kalongbali, Sariban, mengatakan banjir saat itu terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Debit sungai meningkat drastis karena aliran air membawa material longsoran, kayu, hingga berbagai sampah.
“Waktu itu hujan sangat lebat, arus sungai sangat deras. Banyak longsoran dan kayu yang terbawa arus sehingga jembatan tidak kuat menahan derasnya air,” kata Sariban, Sabtu (15/8/2026).
BACA JUGA: Jembatan Sungai Cacaban Kebumen Ambles, Warga Khawatir Ambruk Saat Musim Hujan
BACA JUGA: Jembatan Garuda Buka Akses Warga Kalijering, Anak Sekolah Kini Tak Lagi Cemas Menyeberang
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, bertepatan dengan waktu salat Isya. Selain menyebabkan jembatan terputus, banjir juga sempat menggenangi rumah warga.
Menurut Sariban, hingga kini warga hanya bisa melakukan penanganan secara swadaya untuk mengantisipasi ancaman gerusan sungai. Salah satunya dengan membuat bronjong di belakang masjid yang kondisinya mulai tergerus derasnya aliran air.
“Kami berharap secepatnya dibangun kembali. Sudah terlalu lama warga menunggu pembangunan jembatan ini,” ujarnya.
Kepala Lingkungan (Kaling) Kalongbali sekaligus Ketua RW 05 Plarangan, Singgih Suseno, mengatakan Jembatan Kalongbali merupakan akses vital bagi warga RW 05, khususnya RT 05/RW 05 Dukuh Kalongbali serta warga RT 04/RW 04 Dukuh Sikenong.
BACA JUGA: Jembatan Kali Klantang Kebumen Ambruk Sejak 2025, Warga Masih Gunakan Akses yang Rawan
BACA JUGA: Jembatan Sirnoboyo di Kebumen Rusak, Warga Minta Segera Diperbaiki
Saat ini jembatan tersebut sudah tidak bisa dilalui sama sekali. Warga yang hendak menuju wilayah seberang harus mencari jalur alternatif dengan memutar.
“Kalau kondisi sungai tidak banjir sebenarnya warga masih bisa menyeberang lewat sungai. Tapi kalau air tinggi, tentu sangat berbahaya,” jelas Singgih.
Bahkan, kata dia, kondisi tersebut pernah membuat warga terpaksa membawa jenazah menyeberangi sungai karena lokasi pemakaman berada di sisi selatan. Saat itu, ketinggian air disebut mencapai sekitar pinggang orang dewasa.
Putusnya jembatan juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga. Jalur tersebut biasa digunakan masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian maupun material bangunan. Tidak hanya warga Kelurahan Plarangan, akses tersebut juga dimanfaatkan masyarakat dari Desa Giripurno dan Desa Candi untuk menuju Kecamatan Karanganyar maupun Karanggayam, baik untuk bekerja maupun bersekolah.
BACA JUGA: Hampir Setahun Amblas, Warga Desak Perbaikan Jembatan Indrosari Kebumen
“Dampaknya sangat terasa. Akses untuk membawa hasil pertanian, material dan kegiatan warga semuanya terhambat,” katanya.
Dampak lain dirasakan oleh TK PGRI yang berada di sekitar lokasi. Sebelum jembatan putus, sekolah tersebut memiliki cukup banyak murid. Namun setelah akses terputus, jumlah siswa disebut mengalami penurunan karena orang tua memilih menyekolahkan anaknya di tempat lain agar tidak harus menempuh perjalanan lebih jauh.
Aktivitas keagamaan warga juga ikut terdampak. Warga yang hendak menjalankan ibadah, termasuk salat Jumat, harus memilih lokasi lain karena akses menuju masjid menjadi lebih jauh.
Singgih berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut dan membangun kembali Jembatan Kalongbali.
“Kami berharap secepatnya ada pembangunan kembali jembatan ini. Akses ini sangat penting bagi warga. Saat ini masyarakat benar-benar merasa terisolir,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:














