Demak Bersiap Hadapi Kemarau: 338 Hektare Padi Terdampak Kekeringan
Bupati Demak Eisti’anah seusai memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektor membahas kesiapsiagaan menghadapi kemarau dan menjaga Harkamtibmas di Demak.-Foto: Samsul-
DEMAK, diswayjateng.id – Musim kemarau belum sepenuhnya berlalu. Di Demak, dampaknya mulai terasa dari kebutuhan air bersih hingga lahan pertanian yang mengalami kekeringan.
Di saat yang sama, ancaman kebakaran serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) juga menjadi perhatian. Persoalan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor di Ballroom Lantai 1 Gedung C Setda Demak.
Bupati Demak Eisti’anah mengatakan, kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang membutuhkan kesiapsiagaan seluruh pihak. Ketersediaan air bersih menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani bersama. Masyarakat pun diminta menghemat penggunaan air dalam aktivitas sehari-hari.
“Sinergi dan kesiapsiagaan seluruh pihak harus terus diperkuat agar setiap kejadian dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” ujar Eisti’anah, Kamis (1/10/2026).
BACA JUGA:Porprov Jateng 2026 Makin Dekat, Demak Kebut Persiapan Venue hingga Pengamanan
BACA JUGA:Atasi Krisis Air Saat Kemarau, Polres Demak Tambah Sumur Bor di Ngaluran
Bukan hanya rumah tangga. Para petani juga diminta menyesuaikan pola tanam dengan kondisi ketersediaan air agar dampak kekeringan terhadap pertanian dapat ditekan. Data Pemkab Demak menunjukkan, distribusi air bersih telah dilakukan di 37 desa. Sebanyak 385 tangki air telah disalurkan atau setara sekitar 1,925 juta liter.
Sementara dampak kekeringan terhadap tanaman padi tercatat di Kecamatan Bonang seluas 130 hektare dan Kecamatan Karangtengah mencapai 208 hektare. Ancaman lain yang tak kalah serius adalah kebakaran. Cuaca panas dan kondisi lingkungan yang kering membuat masyarakat diminta lebih berhati-hati, termasuk tidak membakar sampah sembarangan.
Namun persoalan yang dibahas dalam rakor tidak berhenti pada dampak kemarau. Wakapolres Demak Kompol Yuniarto Assidiq menyoroti persoalan keamanan, khususnya potensi meningkatnya kekerasan remaja dan tawuran antarkelompok.
Pencegahan, menurutnya, tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan. Pengawasan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat harus diperkuat. Edukasi kepada pelajar juga menjadi bagian penting untuk mencegah keterlibatan remaja dalam aksi kekerasan maupun tawuran.
Kasdim 0716/Demak Mayor Arm Syarifudin Widianto turut menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan. Selain itu, penghematan air, edukasi pencegahan kebakaran, komunikasi publik serta koordinasi antarinstansi perlu terus dilakukan. Rakor lintas sektor tersebut menjadi pengingat bahwa menghadapi musim kemarau bukan hanya soal membagikan air bersih.
BACA JUGA:Dapur Alfamart, Chef Isman Ajak Warga Slawi Masak Bareng
BACA JUGA:Tergelincir Saat Nyalip Truk, Warga Sidorejo Lor Salatiga Tewas di Tempat
Ada lahan pertanian yang harus diselamatkan, potensi kebakaran yang harus dicegah, serta keamanan lingkungan yang tetap harus dijaga. Pemkab Demak bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat pun didorong terus memperkuat koordinasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



