Kanker Payudara Masuk Tiga Besar, Pemkot Semarang Genjot Screening Gratis

Kanker Payudara Masuk Tiga Besar, Pemkot Semarang Genjot Screening Gratis

Screening kanker payudara gratis digelar di Balai Kota Semarang. Kuota pemeriksaan bertambah 150 peserta karena tingginya minat warga.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, diswayjateng.id — Pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Kota Semarang kembali digelar di Balai Kota Semarang, Selasa (11/8/2026), dengan screening kanker payudara menjadi salah satu layanan utama yang diberikan untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. 

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah rumah sakit, Dinas Kesehatan Kota Semarang, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Puskesmas, serta mahasiswa KKN dan difokuskan terutama bagi perempuan dari kelompok rentan. 

Layanan pemeriksaan kesehatan gratis itu diselenggarakan melalui kerja sama Pemerintah Kota Semarang dan Rotary dengan melibatkan sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain Siloam, RS Panti Wilasa, RSWN, serta tenaga kesehatan dan dokter spesialis. Pemeriksaan yang diberikan tidak hanya berupa screening kanker payudara, tetapi juga pemeriksaan leher rahim, foto dada menggunakan X-ray, pemeriksaan darah, hingga konsultasi dengan dokter spesialis. 

Deteksi dini kanker payudara menjadi perhatian utama karena penyakit tersebut dapat terlambat diketahui apabila pemeriksaan tidak dilakukan secara berkala. Kesempatan pemeriksaan gratis juga diberikan untuk membantu perempuan yang selama ini terkendala biaya ketika hendak melakukan screening kesehatan. 

“Screening pemeriksaan payudara gratis ini memberi kesempatan kepada perempuan di Kota Semarang, terutama kelompok rentan,” kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. 

BACA JUGA:Keracunan MBG SMK 6 Semarang Terungkap, Staphylococcus dan Salmonella Ditemukan pada Lauk

BACA JUGA:Kasus Kematian Siswa SMP di Pemalang Segera Terkuak! Polisi Kantongi Terduga Pelaku

Kelompok perempuan rentan disebut menjadi sasaran penting dalam kegiatan tersebut. Di antaranya ibu-ibu pengemudi ojek online serta perempuan lanjut usia yang sudah tidak memiliki pendapatan. Biaya pemeriksaan yang relatif mahal dinilai dapat menjadi salah satu hambatan bagi masyarakat untuk melakukan deteksi dini. 

“Ini paling banyak kelompok rentan, ada ibu-ibu dari ojek online, ada ibu-ibu yang sepuh, sudah enggak punya pendapatan apa pun. Karena ternyata kalau enggak gratis mahal,” ujar Agustina. 

Menurut Agustina, angka kasus tidak akan dapat diketahui secara memadai apabila screening tidak dilakukan. Pemeriksaan sejak awal juga dinilai penting agar apabila ditemukan adanya kelainan atau indikasi penyakit, penanganan dapat segera diberikan. 

“Kalau tidak melakukan screening, tidak akan pernah tahu kita sebenarnya jumlahnya itu berapa,” katanya. 

Screening kanker payudara gratis diperluas 

Sebanyak 600 peserta awalnya ditargetkan mengikuti pemeriksaan dalam kegiatan tersebut. Namun, jumlah pendaftar kemudian bertambah sekitar 150 orang sehingga pelayanan tambahan disiapkan melalui Rumah Sakit Siloam dengan perlakuan pemeriksaan yang tetap diberikan secara gratis. 

“Yang daftar ini ada 600, tapi yang daftar tambah 150 sehingga nanti akan dilayani di RS Siloam. Perlakuannya sama, gratis,” kata Agustina. 

Apabila hasil screening menunjukkan adanya benjolan atau indikasi penyakit lainnya, tindak lanjut akan diberikan melalui fasilitas kesehatan. Pemeriksaan lanjutan bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan juga diupayakan tetap dapat diberikan tanpa biaya melalui Universal Health Coverage (UHC). 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait