Kebakaran SMKN 5 Semarang Hanguskan 36 Komputer, Dua Laboratorium Rusak Parah

Kebakaran SMKN 5 Semarang Hanguskan 36 Komputer, Dua Laboratorium Rusak Parah

Suasana laboratorium komputer SMK 5 Semarang yang rusak karena kebakaran pada Kamis malam (2/4)-Umar Dani -

SEMARANG, diswayjateng.comKebakaran melanda dua ruang laboratorium di SMKN 5 SEMARANG pada Kamis malam (2/4/2026), mengakibatkan sebanyak 36 unit komputer hangus terbakar.

Koordinator Petugas Keamanan SMKN 5 Semarang, Rizal DS, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kebakaran diduga bermula saat aliran listrik tiba-tiba padam.

Curiga dengan kondisi itu, Rizal langsung memeriksa panel listrik. Namun saat hendak menyalakan kembali, justru muncul kepulan asap tebal.

“Awalnya listrik tiba-tiba mati. Saya cek panel, mau dinyalakan lagi, tapi malah keluar asap banyak,” ujar Rizal saat ditemui wartawan Jumat (3/4/2026).

Melihat situasi tersebut, Rizal segera mengambil alat pemadam api ringan (APAR) dari pos keamanan dan berupaya memadamkan api secara mandiri. Namun, upaya itu tidak berhasil.

“Saya ambil APAR, pecahkan kaca, lalu disemprotkan, tapi api tidak padam, malah membesar. Pakai tiga APAR juga tidak bisa,” imbuhnya.

Rizal kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran. Respons cepat diberikan dan petugas tiba di lokasi dalam hitungan menit.

Dua ruangan yang terdampak adalah laboratorium listrik dan laboratorium gambar bangunan berbasis AutoCAD.

Seluruh komputer dengan spesifikasi tinggi di dalam ruangan tersebut turut terbakar.

Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Berdasarkan perkiraan awal, nilainya mendekati Rp200 juta, meski masih menunggu pendataan lebih lanjut.

“Perkiraan sementara hampir Rp200 juta, tapi belum pasti karena satu komputer spesifikasinya di atas Rp10 juta,” jelas Rizal.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik

Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). 

Saat ini, area terdampak telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait