Hebat! 55 dari 124 Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah di Indonesia Berada di Jateng
Ketua Muhammadiyah Jateng, Tafsir (biru) saat meninjau RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan--Mukhtarom
PEKALONGAN, diswayjateng.com – Muhammadiyah di Jawa Tengah menunjukkan posisinya sebagai pusat amal usaha Muhammadiyah khususnya bidang kesehatan. Dari total 124 rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia, sebanyak 55 rumah sakit berada di Jawa Tengah, hampir setengah dari keseluruhan jaringan nasional.
Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. H. Tafsir M.Ag, di sela kunjungannya ke gedung baru enam lantai RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan, Kabupaten Pekalongan, Minggu, 4 Januari 2026.
Dalam kunjungannya, Tafsir berkeliling meninjau berbagai fasilitas dan layanan rumah sakit, didampingi Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan Abdul Shomad, jajaran pengelola rumah sakit, serta tenaga kesehatan.
Tafsir menyebut Pekajangan sebagai potret nyata pengamalan nilai-nilai Muhammadiyah. Bahkan, kawasan ini kerap dijuluki sebagai kampung Muhammadiyah karena menjadi salah satu pusat awal perkembangan Muhammadiyah setelah Yogyakarta.
BACA JUGA:Ketua Muhammadiyah Jawa Tengah Ingatkan Jemaah Pentingnya Jaga Keseimbangan Alam
BACA JUGA:Muhammadiyah Pemalang Luncurkan 3 dapur Makan Bergizi Gratis
“Pekajangan disebut sebagai kampung Muhammadiyah. Di sinilah Muhammadiyah berkembang setelah dari Yogyakarta. Pekajangan merupakan salah satu cabang yang dibina langsung oleh KH Ahmad Dahlan, maka bisa disebut sunnah Muhammadiyah,” ujar Tafsir.
Menurutnya, Pekajangan menjadi contoh konkret bagaimana Muhammadiyah diamalkan secara utuh dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, hingga kesehatan.
“Kalau ingin melihat bagaimana Muhammadiyah diamalkan, maka lihatlah Pekajangan. Salah satu hasilnya adalah mereka berhasil membangun RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan yang membanggakan kita,” katanya.
Tafsir berharap RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan tidak hanya berkembang secara fisik dan pelayanan, tetapi juga mampu melakukan ekspansi pendirian rumah sakit ke wilayah lain. Ia menilai peluang pengembangan rumah sakit Muhammadiyah masih terbuka luas di berbagai daerah.
BACA JUGA:Sistem Akuntansi Sektor Publik Bikin Kepincut Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus, Ada Apa?
“Sampai detik ini ada 55 rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah di Jawa Tengah dari 124 se-Indonesia. Peluang mendirikan rumah sakit tetap masih ada. Semoga RSI Pekajangan bisa mengembangkan diri di kecamatan lain, kabupaten lain, bahkan di luar Jawa,” ucapnya.
Selain amal usaha kesehatan, Pekajangan juga dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam bidang pendidikan dan sosial. PCM Muhammadiyah Pekajangan telah berusia lebih dari 100 tahun, dan mengelola berbagai amal usaha mulai dari PAUD, SD, SLB, sekolah menengah, hingga perguruan tinggi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), serta dua rumah sakit dan amal usaha sosial lainnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

