Tatapan mata lansia sebatang kara itu, Mamah, tampak kosong saat diperiksa dua bidan Polindes, Indah Milasari dan Fatimah, di rumahnya, Desa Sabuntan, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (3 Juni 2025). (Achmad Fazeri/Disway Jateng)
Polindes dengan dua bidan itu menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan Desa Sabuntan, yang merupakan salah satu wilayah kepulauan terpencil di ujung timur Pulau Madura. Tak jarang karena peralatan medis yang tidak memadai, pasien harus dirujuk ke pulau tetangga paling terdekat, yakni Pulau Sapeken. (Achmad Fazeri/Disway Jateng)
Pagi itu, Indah Milasari dan Fatimah, dengan didampingi perangkat desa setempat melakukan cek kesehatan gratis ke rumah Mamah. Karena sesak nafas serta batuk menerus, sehingga Mamah dirujuk ke puskesmas di Pulau Sapeken, yang memiliki perlengkapan maupun tenaga medis lebih memadai. (Achmad Fazeri/Disway Jateng)
Setelah menyuntikkan jarum infuse ke tangan Mamah sebelah kanan di ruang pemeriksaan Polindes, Indah Milasari membuat surat rujukan yang ditujukan kepada Puskesmas Sapeken. Selepas itu, mereka langsung menuju dermaga untuk menyeberang ke Pulau Sapeken. (Achmad Fazeri/Disway Jateng)
Perahu nelayan menjadi satu-satunya alat transportasi untuk menyeberang dari Pulau Sabuntan ke Pulau Sapeken, yang membutuhkan waktu sekitar satu setengah sampai dua jam perjalanan, tergantung kondisi ombak lautan dan jumlah mesin yang digunakan perahu. (Achmad Fazeri/Disway Jateng)