Dubes Prancis Berkunjung ke Rumdin Wali Kota, Mengenang Penyair Arthur Rimbaud

DISAMBUT : Kehadiran Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, Fabien Penone disambut Pj Wali Kota Salatiga Yasip Khasani beserta istri, Anita Noviana di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Kamis 5 Desember 2024. Foto : Nena Rna Basri--
SALATIGA, diswayjateng.id - Mengenang kehidupan Penyair Prancis Arthur Rimbaud saat di Salatiga, Dubes Prancis berkunjung ke Rumdin Wali Kota Salatiga, Kamis 5 Desember 2024.
Kehadiran Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, Fabien Penone beserta rombongan disambut sumringah Pj Wali Kota Salatiga Yasip Khasanipula beserta istri, yang juga Pj Ketua TP PKK Salatiga, Anita Noviana.
Terlihat pula ikut menyambut, Forkopimda se-Salatiga, sejumlah Kepala Dinas di lingkungan Pemkot Salatiga, dan penggerak kebudayaan.
Sebagai informasi, Penyair Prancis Arthur Rimbaud adalah penyair besar abad ke-19 yang datang di Salatiga.
BACA JUGA: Kemayunya Sekda, Dampingi Istri Pj Wali Kota Salatiga Fashion Show di Hari Ibu
BACA JUGA: Disorot Pemerintahan Prabowo, Pj Wali Kota Salatiga Minta Distributor Cabe dan Bawang Ikut Menstabilkan Harga
Plakat yang dipasang di salah satu bangunan di Rumah Dinas Wali Kota ini telah dipasang sejak tahun 1977 oleh pendahulunya yakni Duta Besar Thierry de Beauce.
"Saya datang ke Salatiga ingin menyampaikan penghormatan untuk beliau pada pendahulu kami. Khusus untuk Penyair Prancis Arthur Rimbaud yang telah singgah di Salatiga," kata Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, Fabien Penone.
Ia menyebutkan, ada salah satu kutipan yang tertulis disini berbicara tentang "tanah beraroma rempah nan basah".
BACA JUGA: Pj Wali Kota Salatiga Ingatkan Siapapun Keberatan Keputusan KPU Tempuh Jalur Hukum
Kata-kata tersebut, diakui Fabien Penone, terdengar seperti suatu tinjauan ke masa depan kehidupan Arthur Rimbaud pada masa dulu.
Plakat tanda keberadaan Penyair Prancis Arthur Rimbaud di Jawa Tengah terdapat di dua titik. Selain di Salatiga, Tuntang bagian dari sejarah dan budaya yang dapat dinikmati hingga sekarang.
"Melalui pemasangan dua plakat peringatan yang berselang waktu 27 tahun, kami berharap dapat didukung oleh pihak berwenang di Indonesia, untuk membangun fondasi tujuan untuk perjalanan budaya di Jawa Tengah terutama di Salatiga dan Tuntang," akunnya.
BACA JUGA: Pj Wali Kota Salatiga: Atasi Konflik Melalui Game Sekaligus Asah Keterampilan Otak
BACA JUGA: Ada Paslon Deklarasikan Kemenangan, Pj Wali Kota Salatiga Ingatkan Tetap Tunggu Pengumuman Resmi KPU
Sehingga, disebutkan Fabien Penone mampu menarik wisatawan Prancis dan para peminat budaya dan sejarah untuk datang ke Salatiga.
Kunjungan Fabien Penone dalam rangka napak tilas Penyair Arthur Rimbaud, merupakan kunjungan kedua sejak menjabat Duta Besar Prancis.
Yang pertama pada tahun 1997 dan dilakukan pemasangan plakat oleh Duta Besar Perancis untuk RI pada saat itu yakni Bapak Thierry de Beauce, pada 6 Mei 1997.
Plakat tersebut juga memuat puisi Rimbaud, yaitu "Aux pays poivrés et détrempés" yang berarti "Ke negeri rempah-rempah pedas dan basah".
BACA JUGA: Peringati Hari Pahlawan, Pj Wali Kota Salatiga Ajak Teladani Pahlawan dan Cintai Negeri
BACA JUGA: Sambang Warga di Kelurahan Tingkir Lor, Pj Wali Kota Salatiga Sampaikan Tiga Isu Nasional
"Saya berharap, momentum ini menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan budaya antara Salatiga dan Prancis," pungkasnya.
Penjabat Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani menyambut baik datangnya Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, Fabien Penone beserta rombongan ke Rumah Dinas Wali Kota.
"Kehadiran Bapak di sini merupakan momen istimewa yang tidak hanya mempererat hubungan antara kedua negara, tetapi juga menjadi pengingat akan jejak sejarah yang ada di Kota Salatiga," terang Pj Wali Kota Salatiga.
BACA JUGA: Pj Wali Kota Salatiga Bocorkan Proyek Gantangan Sebabkan Valentino Diperiksa Kejaksaan
BACA JUGA: Sambang Warga ke 23 Kelurahan, Pj Wali Kota Salatiga: Sarana Membangun Komunikasi
Salatiga, ujar Yasip, telah menyimpan banyak kisah dari masa lalu. Di antaranya adalah jejak Penyair Arthur Rimbaud, seorang tokoh sastra dunia asal Prancis, yang dulu pernah menjadi bagian dari sejarah Hindia Belanda di Kota Salatiga.
Meskipun masa tinggalnya singkat, kehadiran Arthur Rimbaud di Salatiga menjadi bukti bahwa kota ini telah lama menjadi persimpangan berbagai peradaban.
Dalam napak tilas akhir tahun 2024 ini, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, Fabien Penone beserta rombongan Sekda Kota Salatiga dan jajaran Forkopimda Kota Salatiga kemudian meninjau dan foto bersama di plakat Penyair Prancis Arthur Rimbaud berada sisi sebelah barat salah satu gedung di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: