Petani Pantura Kabupaten Tegal dapat Bantuan Bibit Tanaman Melati

Petani Pantura Kabupaten Tegal dapat Bantuan Bibit Tanaman Melati

Bupati Tegal Umi Azizah didampingi Kepala Dinas KP Tan Kabupaten Tegal Agus Sukoco saat menyerahkan bantuan bibit.-Yeri Noveli-jateng.disway.id

SLAWI, DISWAY JATENG - Para petani di kawasan Pantura Kabupaten Tegal tampak sumringah. Beberapa waktu lalu, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelontorkan bantuan bibit tanaman melati ke para petani di wilayah Pantura.

Tepatnya di Desa Plumbungan Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal. Meski bantuannya tidak banyak, tapi petani merasa terbantu mengingat kondisi perekonomian saat ini sedang bergejolak.

BACA JUGA:Petani di Kabupaten Tegal Kapok Tanam Kedelai

"Bantuannya cuma untuk luas lahan setengah hektare saja. Itu pun untuk satu kelompok tani atau Poktan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KP Tan) Kabupaten Tegal Agus Sukoco melalui Kabid Pertanian Eka Agus Priyani, baru-baru ini.

Selain bibit, lanjut Eka, Poktan di Desa Plumbungan juga mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi. Meski jumlahnya tidak disebutkan, tapi Eka berharap bantuan itu dimanfaatkan sebaik-baiknya.

BACA JUGA:Produksi Bawang Putih di Tegal Terpuruk, Pemerintah Ambil Sikap

Sehingga bisa menghasilkan panen yang melimpah dan perekonomian petani menjadi stabil.

"Bibit melati itu sudah mulai ditanam. Semoga hasil panen sesuai harapan kita semua," ujarnya.

Lebih jauh Eka mengemukakan, tanaman melati di kawasan Pantura, sudah ada sejak lama. Bahkan, wilayah Kramat hingga Warureja merupakan sentranya melati di Kabupaten Tegal.

BACA JUGA:APBD Pemprov Jawa Tengah 2024 Disetujui Rp28,5 Triliun

Sejauh ini, melati tidak hanya dipasarkan di lokal Tegal, tapi juga ekspor ke berbagai negara tetangga. Seperti Malaysia, Singapur bahkan ke India.


Seorang petani sedang panen bunga melati di Desa Maribaya Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal.-Yeri Noveli-jateng.disway.id

"Tapi itu dulu, kalau sekarang sudah menyusut karena lahan melati banyak yang beralih fungsi. Ada yang menjadi pabrik, rumah penduduk dan lainnya," ujar Eka.

BACA JUGA:Penderita TBC di Kabupaten Brebes Capai 4.929 Pasien, 98 Meninggal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: