Tiga SPBU di Kudus Terpaksa Ditutup Pertamina, Ada Masalah Serius Apa?

Tiga SPBU di Kudus Terpaksa Ditutup Pertamina, Ada Masalah Serius Apa?

Setiap SPBU terdampak banjir dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum kembali melayani masyarakat. --

KUDUS, diswayjateng.com- Tiga unit SPBU di wilayah Kabupaten KUDUS terdampak banjir terpaksa ditutup oleh Pertamina. Meski demikian, Pertamina memastikan pasokan BBM dan LPG di Jepara, KUDUS, dan Pati yang terdampak banjir tetap aman.

Tiga SPBU di Kudus yang ditutup yakni SPBU Jalan Lingkar Utara Desa Bacin, SPBU Jalur Pantura Demak–Kudus, SPBU Jalan Raya Demak di perbatasan Kudus–Demak.

Pertamina mengarahkan konsumen ke SPBU terdekat yang masih beroperasi, sebagai lokasi alih suplai BBM.

Diantaranya ke SPBU Matahari Jalan Jend. Ahmad Yani Kudus, SPBU Prambatan Jalan Raya Kudus Jepara, SPBU Hadipolo Jalan Raya Kudus Pati, dan SPBU Rendeng Jalan Jend. Sudirman Kudus.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan mengatakan, seluruh fasilitas terdampak tidak akan dioperasikan sebelum dilakukan pemeriksaan kualitas produk secara menyeluruh. 

“Kami memastikan kualitas BBM dan LPG tetap sesuai standar. Setiap SPBU yang terdampak banjir akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum kembali melayani masyarakat,” ujar Taufiq.

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah juga menjamin ketersediaan dan distribusi BBM dan LPG di tiga wilayah terdampak banjir aman. Bencana ini akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Tak hanya di Jepara Kudus dan Pati, sejumlah jalur suplai yang terdampak genangan banjir di Kecamatan Trengguli, Kabupaten Demak, kawasan Kaligawe dan daerah Pengapon, Kota Semarang, serta jalur lintas Kudus Jepara Juwana, juga dipastikan aman. 

Untuk menjaga kelancaran distribusi energi, Pertamina telah melakukan pengaturan jalur alternatif dan penyesuaian pola pasokan. 
Pertamina Patra Niaga pastikan kualitas pasokan BBM dan LPG aman di wlayah terdampak banjir. --

Taufiq Kurniawan menyampaikan, Pertamina melakukan pengaturan distribusi pada dinihari saat tidak ada kemacetan. 

"Selain itu, mengubah jalur suplai agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi meskipun terdapat kendala akibat banjir,” ujar Taufik pada Sabtu (17/1/2026). 

Taufik menegaskan, Pertamina terus melakukan monitoring dan mitigasi pasokan energi di lapangan. Pertamina memberlakukan pengaturan prioritas operasional, khususnya pada distribusi dini hari. 

"Kami memprioritaskan mobil tangki yang menuju wilayah terdampak, serta mengoptimalkan penggunaan jalur alternatif melalui Grobogan–Mranggen guna menghindari genangan banjir, " tambahnya. 

Untuk menjaga pasokan energi bagi masyarakat, Pertamina juga menyiapkan penambahan pasokan LPG 3 Kg di wilayah terdampak banjir.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait