Polisi Kawal Truk Tangki BBM di Jalur Rawan Arus Mudik Lebaran di Jateng

Polisi Kawal Truk Tangki BBM di Jalur Rawan Arus Mudik Lebaran di Jateng

Mobil tangki cadangan disiapkan untuk menjaga suplai BBM Muria Raya saat arus mudik Lebaran. --

KUDUS, diswayjateng.com- Konsumsi BBM di Muria Raya masih didominasi produk subsidi. Sekitar 90 persen konsumsi berasal dari Pertalite dan Solar, 

Namun untuk besaran konsumsi BBM non-subsidi hanya sekitar 10 persen dari total konsumsi. Muria Raya meliputi Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Grobogan, Rembang dan Kabupaten Blora. 

Jika terjadi kebijakan pembatasan operasional truk saat arus mudik Lebaran, maka konsumsi Solar diperkirakan turun sekitar 5 hingga 6 persen. Kondisi itu terutama terjadi di jalur distribusi logistik dan industri.

Untuk memastikan pasokan BBM tetap lancar, Pertamina menyiapkan mobil tangki standby di sejumlah titik strategis. 

Armada tersebut difungsikan sebagai suplai cepat, apabila terjadi kekosongan di SPBU akibat lonjakan konsumsi atau kemacetan.

“Kami menyiapkan mobil tangki standby di titik-titik tertentu. Fungsinya memperpendek jarak dan waktu suplai, " ujar Area Manager Communication Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah dan DIY, Taufiq Kurniawan. 

Jika ada SPBU kehabisan BBM, kata Taufq, maka mobil tangki cadangan langsung meluncur dan setelah itu digantikan armada lain. Sistem ini membuat distribusi tetap lancar selama arus mudik Lebaran. 
Area Manager Communication Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah dan DIY, Taufiq Kurniawan. --

Tak hanya itu, Pertamina juga menyiapkan strategi berlapis. Hal itu mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM selama Ramadan hingga arus mudik dan balik Lebaran.

"Kami melakukan penebalan stok sebesar 15 hingga 20 persen dari rata-rata konsumsi normal. Terutama untuk wilayah yang jauh dari depot seperti Semarang,” ucap Taufiq. 

Sedangkan dalam distribusi BBM selama periode Lebaran, juga mendapat pengawalan aparat kepolisian, khususnya di jalur rawan kepadatan.

“Kami bekerja sama dengan Polda untuk pengawalan distribusi. Biasanya pengaturan lalu lintas H- dan H+ Lebaran akan diumumkan resmi oleh kepolisian dan dinas perhubungan,” katanya.

Selain lalu lintas, faktor cuaca juga menjadi perhatian. Pertamina terus memantau perkembangan informasi dari BMKG untuk mengantisipasi gangguan suplai akibat hujan lebat maupun potensi banjir.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait