Ribuan Warga Tumpah Ruah di Jalan Pemuda Semarang

Ribuan Warga Tumpah Ruah di Jalan Pemuda Semarang

DUGDERAN: Ribuan warga memadati jalan Pemuda Kota Semarang untuk menyaksikan kirab budaya Dugderan jelang Ramadan.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

Sebagai tradisi yang telah berlangsung sejak abad ke-19, Dugderan bukan hanya ritual menyambut Ramadan, tetapi juga identitas budaya Kota Semarang. Nama “Dugderan” sendiri berasal dari bunyi beduk “dug” dan suara meriam “der” yang menandai awal Ramadan. 

 

Setiap tahunnya, perayaan ini mampu menyedot ribuan pengunjung dan menjadi daya tarik wisata budaya unggulan. Kirab Warak Ngendog, pertunjukan seni, hingga partisipasi masyarakat menjadikan Dugderan sebagai pesta rakyat yang inklusif. 

 

Lebih lanjut Agustina bersama jajaran pemerintah kota menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat Muslim. 

 

“Selamat menunaikan ibadah puasa bagi teman-teman Muslim. Matur nuwun,” ucapnya. 

 

Kirab budaya Dugderan berlangsung dari depan Balai Kota Semarang hingga Masjid Agung Semarang atau masjid Kauman dilanjut ke Masjid Agung Jawa Tengah.(sul)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait