Ribuan Warga Tumpah Ruah di Jalan Pemuda Semarang
DUGDERAN: Ribuan warga memadati jalan Pemuda Kota Semarang untuk menyaksikan kirab budaya Dugderan jelang Ramadan.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
Meski jarak tempuhnya lebih pendek dibanding peserta dewasa, keikutsertaan anak-anak dinilai sebagai bentuk transfer pengetahuan dan pelestarian tradisi.
“Saya senang tadi ada anak-anak kecil yang mulai ikut menari. Ini merupakan transfer tradisi agar mereka menjadi generasi penerus,” kata Agustina.
Langkah ini sekaligus menjadi strategi pelestarian budaya agar Dugderan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan warisan hidup yang terus berkembang.
Dugderan 2026 terasa semakin istimewa karena berdekatan dengan perayaan Imlek serta masa puasa Paskah bagi umat Kristiani. Momentum ini dinilai memperkuat harmoni lintas iman di Kota Semarang.
“Dugderan diharapkan menjadi lebih unik karena bertepatan dengan Imlek dan masa puasa Paskah. Harmoni ini akan terjadi lebih erat dan Semarang menjadi semakin damai,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi kota yang damai akan berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan investasi.
“Kalau sudah damai maka wisatawan pasti lebih banyak berkunjung dan investasi akan menjadi lebih banyak,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: