Update Perampokan di Rumah Juragan Sate di Boyolali, Motif Awal Diduga Hutang Piutang

Update Perampokan di Rumah Juragan Sate di Boyolali, Motif Awal Diduga Hutang Piutang

DIPASANG GARIS POLISI : Tempat kejadian perampokan sadis di rumah milik juragan sate di Karanggede Kabupaten Boyolali dipasang garis polisi sejak Kamis 29 Januari 2026, petang. Foto : Erna Yunus Basri--

BOYOLALI, diswayjateng.com - Update perampokan di rumah juragan sate di Karanggede, Kabupaten Boyolali yang menewaskan bocah 5 tahun dengan motif awal diduga perihal hutang piutang.

Motif ini telah menyebar dari mulut ke mulut tetangga hingga warga sekitar Dukuh Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali. 

Seorang tetangga korban berisial TYA menyebutkan, pelaku diduga seorang diri kesal karena miliki hutang ke ayah korban. 
"Motif terkini karena pelaku memiliki hutang ke korban (ayah)," ungkap TYA. 

TYA juga menyebutkan, kondisi rumah korban yang berjauhan dengan tetangga kanan kiri diduga menjadi alasan pelaku leluasa masuk ke rumah korban. 

Ditambah lagi, korban hafal dan kenal dengan terduga pelaku. 
"Korban sempat hafal dengan suaranya (pelaku)," terang TYA. 

BACA JUGA: Perampokan Sadis di Rumah Juragan Sate di Boyolali, Bocah 5 Tahun Tewas, Sang Ibu Kritis

BACA JUGA: Mahasiswa Asal Papua Tewas Karena Gagal Menyalip Truk Muatan Elpiji di Bergas

Ia menambahkan, peristiwa perampokan sadis ini bermula diketahui suami korban Purwanto saat mengecek CCTV rumah setelah sempat melakukan video call. Purwanto sendiri saat kejadian tengah bekerja d Kalimantan. 

"Pas dilihat sudah banyak darah, suaminya telpon orang terdekat ke lokasi kejadian. Setelah dicek, korban sudah bersimbah darah," terangnya. 

Sementara, orang terdekat yang dimaksud adalah Ngatirin, kakak dari pemilik rumah sekaligus kepercayaan keluarga korban.

Saksi datang ke rumah adiknya itu setelah ditelepon oleh Purwanto, suami korban yang berada di Kalimantan.



Kepada wartawan, Ngatirin mengaku datang ke rumah korban dengan tergopoh-gopoh karena sang adik hanya menyebutkan gawat. 

BACA JUGA: PT Jasamarga Solo Ngawi Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid di Sawahan Boyolali

BACA JUGA: Warga Desa Jeruk Selo Boyolali Lengserkan Sekdes Supriyanto, Buntut Pembuatan SPP Fiktif Senilai Rp168,5 juta

"Diperkirakan kejadiannya setelah salat Asar. Saya disuruh ke rumahnya, pokoknya istrinya gawat-gawat gitu, terus saya langsung ke sini," ujar Ngatirin pada Kamis 29 Januari 2026, malam. 

Sampai di rumah korban, dia langsung masuk dan menemukan Daryanti (34) dalam posisi tergeletak. Sedangkan anaknya, AO (6), berada di kamar mandi

"Ibunya tergeletak, anaknya di kamar mandi, kepalanya dimasukkan ke ember," imbuhnya.

Sementara, Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, mengatakan satu korban terluka dalam kasus ini kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simo, Boyolali. 

Ia memastikan, satu korban sudah tidak bernyawa yakni anak pemilik rumah yang berusia 5 tahun berinisial AO. 

Selanjutnya, ujar Kapolres, jenazah korban akan dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo untuk autopsi guna memastikan penyebab kematiannya. 

BACA JUGA: Memanas, Warga Desa Jeruk Boyolali Bakar Ban Tuntut Pencairan Dana Proyek

BACA JUGA: Pemuda Asal Boyolali Gantung Diri di Rumah Kios di Salatiga, Tinggalkan Secarik Kertas

"Salah satu korban teridentifikasi sudah tidak bernyawa. Namun salah satu korban lagi itu masih bisa diselamatkan dan saat ini sedang dalam perawatan di rumah sakit," ungkap Indra.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa perampokan sadis tergolong pencurian pemberatan (Curas) itu menimpa juragan sate di Karanggede, Boyolali.

Kapolsek Karanggede, AKP Suramto Widodo, memastikan peristiwa ini merupakan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas).

Kondisi ke-dua korban saat ditemukan sangat memprihatinkan. Bocah yang tewas merupakan anak kedua dari keluarga tersebut. 

Hingga Kamis malam, ratusan warga masih mengelilingi rumah dibalut kayu jati tersebut. Tim Inafis Polres Boyolali langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: