Kickboxing Cup, Media Penyaluran Bakat Bertarung Muda Mudi Demak

Kickboxing Cup, Media Penyaluran Bakat Bertarung Muda Mudi Demak

Gelaran kickboxing cup di Demak-nungki diswayjateng-

DEMAK, diswayjateng.id - Bertujuan mencari bibit unggul dan memerangi tawuran pelajar dan penyalahgunaan narkoba dilakukan dengan cara unik dan positif Cabor Kickboxing DEMAK menggandeng Sultan Raden Mas Cup menggelar Kickboxing cup.

Kompetisi bertajuk Festival Sultan Raden Mas Cup tersebut merupakan gelaran kompetisi untuk pemuda menyalurkan bakat dan semangat juang dengan cara yang tepat alih - alih tawuran atau narkoba.

Sekretaris Festival, Mokhamad Kamim, menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus merupakan langkah awal memperkenalkan cabang olahraga kickboxing di Demak, yang baru resmi dirilis oleh Pengprov Kickboxing Jawa Tengah pada Januari lalu.

“Kickboxing di Kabupaten Demak masih dalam proses menuju pengakuan resmi oleh KONI. Meski demikian, kami sudah mulai menggelar event-event kecil dengan peraturan dasar kickboxing,” ujar Kamim, di GOR Karangrejo, Wonosalam, pada diswayjateng.id.

BACA JUGA:Jerat Hukum Kembali Menanti, Kapolres Semarang Beberkan Kasus Residivis Kendal

BACA JUGA:Mengaku Polisi, Residivis Asal Kendal Ditangkap Setelah 9 Kali Beraksi di Ungaran dan Bandungan

Sebanyak 80 peserta dari berbagai sasana diikuti dalam kompetisi ini, dengan total 60 pertandingan dari babak penyisihan hingga final. Para peserta bertanding dengan menggabungkan dua sistem aturan, yakni aturan dasar kickboxing dan aturan umum, sebagai bagian dari pengenalan olahraga ini di Demak.

“Kegiatan ini juga menjadi ajang uji coba bagi para bibit baru dari berbagai sasana seperti Muaythai dan Pencak Silat. Harapannya, atlet-atlet muda ini bisa kami bina lebih lanjut untuk berprestasi di tingkat provinsi bahkan nasional,” tambahnya.

Ajang ini juga didukung penuh oleh Lembaga Sultan Raden Mas, yang menilai kegiatan positif seperti ini mampu mengalihkan energi para remaja dari potensi kenakalan seperti tawuran pelajar.

“Dengan adanya wadah ini, mereka bisa menyalurkan semangatnya ke arah yang positif, sehingga tidak liar di luar. Ini juga bagian dari upaya preventif terhadap kenakalan remaja,” ujar Kamim.

BACA JUGA:Konvoi dan Geber Motor, 9 Anggota Perguruan Silat Diamankan Polisi

BACA JUGA:Nawal Arafah Yasin Dikukuhkan Jadi Bunda Literasi Jateng, Diharapkan Tingkatkan Minat Baca Warga

Pertandingan dibagi ke dalam dua kategori usia, yakni junior (usia 14–17 tahun) dan senior (usia 17–25 tahun). Para juara mendapatkan medali, sertifikat dari Dinpora Demak, serta uang pembinaan bagi kontingen peraih emas terbanyak.

Wasit berlisensi kickboxing, Yohanes Karel Remutu, yang memimpin pertandingan, menilai antusiasme peserta sangat tinggi meski penyelenggaraan kali ini masih menyisakan beberapa kekurangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait