Ratusan Guru di Batang Dikumpulkan Disdikbud, Bahas Gap Teknologi dengan Murid

Ratusan Guru di Batang Dikumpulkan Disdikbud, Bahas Gap Teknologi dengan Murid

Ratusan guru SD dikumpulkan untuk bahas gap teknologi dengan murid di SMK Kandeman, Kabupaten Batang-Disway Jateng/Bakti Buwono -

BATANG, diswayjateng.com — Gap teknologi antara guru dan murid menjadi sorotan dalam peringatan Hari Belajar Guru 2026 di SMKN 1 Kandeman, Kabupaten Batang 

Ratusan guru SD Kecamatan Tulis berkumpul untuk mengejar ketertinggalan digital.

Di era ketika siswa semakin mahir menggunakan gawai dan aplikasi pembelajaran digital, guru dituntut tidak tertinggal agar gap teknologi guru dan murid tidak semakin kontras.

Kegiatan yang digagas melalui forum Kelompok Kerja Guru (KKG) Lingkar Pena itu menjadi ruang adaptasi terhadap transformasi pendidikan berbasis teknologi.

BACA JUGA: Tiga Hari Tenggelam, Nelayan Batang Ditemukan Meninggal di Perairan Roban Barat

BACA JUGA: Ngerinya Kondisi Pohon di Jalur Pantura Batang, 223 Rawan Roboh

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Soedibyo, menyebut guru harus tidak berhenti belajar di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat.

“Tadi sudah disampaikan panitia bahwa kegiatan ini sangat bagus dilaksanakan para guru karena mereka bisa berkumpul, saling tukar informasi dan memunculkan inovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Batang,” ujarnya di Aula SMKN 1 Kandeman, Rabu 11 Februari 2026.

Bambang menegaskan bahwa guru tidak boleh statis. Padahal sdunia pendidikan bergerak dinamis mengikuti perkembangan teknologi dan regulasi baru.

Ia mengingatkan bahwa menjadi pendidik berarti siap menjadi pembelajar sepanjang hayat.

BACA JUGA: Berawal dari Aplikasi Kencan Online, Pelajar Tegal jadi Korban Kekerasan Seksual di Batang

BACA JUGA: KEK Batang Jadi Destinasi Wisata Industri Baru Lewat Industropolis Festival

Hal itu mencegah paradoks ketika murid lebih dahulu memahami teknologi dibanding gurunya.

“Yang belajar tidak hanya siswa, guru juga perlu belajar karena banyak aturan dan ilmu baru yang harus dipelajari, jangan sampai muridnya sudah tahu, gurunya belum,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: