Longsor Pranten Batang, 689 Warga Dukuh Rejosari Terpaksa Mengungsi
BPBD Kabupaten Batang meninjau lokasi longsor di Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin 26 Januari 2026-ist-
“Kami tinggal mendukung bahan bakunya agar bisa dimasak langsung di sana,” tambahnya.
Fakta lain yang terungkap, wilayah longsor Dukuh Rejosari sebenarnya sudah masuk dalam peta rawan bencana sejak beberapa tahun lalu.
Fajeri mengungkapkan, sekitar tiga tahun lalu BPBD telah memberikan rekomendasi relokasi kepada warga.
“Ada 10 rumah yang kita motivasi untuk relokasi, tapi waktu itu yang bersedia hanya dua rumah,” ungkapnya.
BPBD Batang berharap, pascakejadian ini warga bersedia direlokasi ke kawasan yang lebih aman.
BPBD bersama dinas terkait seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Dinas Pekerjaan Umum akan segera melakukan asesmen lanjutan.
Asesmen tersebut mencakup kerugian material hingga skema relokasi jangka panjang.
Fajri mencontohkan kasus Dukuh Siglagah yang hilang akibat longsor di masa lalu.
“Dulu ada Dukuh Siglagah, tapi longsor habis dan sekarang sudah tidak ada desanya. Warganya direlokasi ke Ngadirejo,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: