Longsor Pranten Batang, 689 Warga Dukuh Rejosari Terpaksa Mengungsi
BPBD Kabupaten Batang meninjau lokasi longsor di Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin 26 Januari 2026-ist-
“Satu rumah hancur total dan satu rumah rusak sekitar 50 persen,” katanya.
Selain itu, terdapat sedikitnya 14 rumah lain yang berada di zona terancam sehingga warga harus dievakuasi demi keselamatan.
Dalam penanganan darurat, BPBD Batang menyalurkan berbagai bantuan dasar.
Bantuan tersebut meliputi selimut, kasur lipat, matras, hingga family kit untuk kebutuhan pengungsi.
Tak hanya itu, BPBD Batang juga memenuhi permintaan khusus warga berupa satu unit gergaji mesin atau senso baru.
“Meski di kota juga membutuhkan, tetapi di Pranten kondisinya lebih mendesak untuk penanganan material kayu pascalongsor,” jelas Fajri.
Pengadaan senso tersebut disetujui pimpinan karena dinilai krusial untuk percepatan pembersihan lokasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang, Willopo, menjelaskan bantuan pangan kali ini dikirim dalam bentuk bahan mentah.
Bantuan tersebut terdiri dari 1,5 kuintal beras, enam dus bihun jagung, 36 liter minyak goreng, 60 kilogram telur, serta perlengkapan makan.
Bantuan difokuskan untuk pengungsi yang berada di wilayah Desa Pranten.
Willopo menyebut, Pemkab Batang tidak dapat menjangkau pengungsi yang berada di luar daerah, seperti di wilayah Dieng.
Keputusan mengirim bahan mentah, menurut Willopo, diambil dengan pertimbangan efektivitas.
Jika makanan dimasak di Dapur Umum Dinsos Batang, jarak tempuh yang cukup jauh akan menurunkan kualitas makanan.
“Kalau dimasak di sini, sampai sana sudah dingin, ora sedep maneh,” ujar Willopo.
Apalagi, di lokasi pengungsian sudah terdapat dapur umum mandiri yang dikelola warga dan relawan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: