330 Kursi Perangkat Desa Kosong, Tim Mabes Polri ke Batang

Selasa 06-10-2026,17:44 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : M. Fatkhurohman

Deni Taruna Jaya dari SDM Mabes Polri mengatakan pihaknya datang ke Batang untuk mempersiapkan materi simulasi sekaligus memastikan kesiapan lokasi pelaksanaan uji kompetensi.

“Kami datang ke Batang, khususnya dari SDM Mabes Polri dalam rangka kerja sama untuk kegiatan seleksi calon perangkat desa di lingkungan Kabupaten Batang. Kami memberikan support dalam pelaksanaan uji kompetensi manajerial,” kata Deni.

Menurut Deni, sebelum menyusun materi simulasi, pihaknya menggali kebutuhan Pemerintah Kabupaten Batang dan kondisi yang dihadapi masyarakat serta pemerintahan desa. 

Penggalian informasi dilakukan melalui diskusi dengan kepala desa, camat, forum perangkat desa, serta unsur Dispermades.

Informasi tersebut menjadi bahan untuk menyusun simulasi dan penilaian yang sesuai dengan kebutuhan perangkat desa di Batang.

Selain materi tes, tim juga mengecek sarana pelaksanaan. Beberapa sekolah disiapkan sebagai lokasi penggunaan komputer untuk uji kompetensi berbasis CAT, sedangkan UNIS akan digunakan untuk pelaksanaan alat tes lainnya, termasuk tahapan yang berkaitan dengan wawancara dan diskusi.

Deni mengatakan pelaksanaan uji kompetensi nantinya mendapat dukungan sekitar 50 asesor dari unsur SDM Mabes Polri dan Polda Jawa Tengah.

“Untuk kegiatannya, kami akan melaksanakan kerja sama dengan pihak Polda Jawa Tengah. Jumlah dukungan personel untuk uji kompetensi ini kurang lebih ada 50 orang asesor yang terlibat,” ujarnya.

Keterlibatan SDM Mabes Polri dalam seleksi perangkat desa di Batang merupakan pengalaman pertama bagi daerah tersebut. Namun, menurut Deni, kerja sama serupa telah dilakukan di lebih dari 100 daerah.

Pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan tim asesor dari Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri. Tim tersebut terdiri atas tiga asesor SDM Kepolisian Madya Tingkat III SSDM Polri, yakni Kombes Pol Nurman Surachman, Kombes Pol Wirata Dimas Tama, dan Kombes Pol Tommy Ferdian.

Selain ketiga asesor tersebut, turut terlibat Iptu Winda Puspitosari selaku Pamin Subbag Monev Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri, Penda Deny Tarunajaya selaku Benma SSDM Polri, serta Bripda Jaelani Sumantri selaku Banum Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri.

Tak Sekadar Tes, Kompetensi Jadi Sorotan

Deni menjelaskan, uji kompetensi manajerial diarahkan untuk mengidentifikasi calon perangkat desa yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan pemerintahan desa saat ini.

Kemampuan tersebut dinilai penting karena perangkat desa memiliki peran dalam mengelola pemerintahan sekaligus mendukung pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita bisa menemukan atau mengidentifikasi orang-orang yang memiliki kompetensi untuk mengelola setidak-tidaknya lingkungan desa,” katanya.

Ia berharap calon perangkat desa yang memperoleh hasil baik mampu menjalankan tugasnya secara optimal, termasuk dalam mendukung pengelolaan anggaran desa agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Penilaian juga diarahkan untuk memetakan potensi dan kompetensi masing-masing calon. Hasil asesmen nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam melihat kesesuaian calon dengan kebutuhan perangkat desa.

Kategori :