SLAWI, diswayjateng.id – Hotel Permata Inn di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Procot, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, nyaris menjadi sasaran amukan si jago merah. Kebakaran lahan alang-alang yang berada persis di samping hotel tersebut mendadak membesar dan mengancam bangunan hotel, Minggu (4/10/2026) sore.
Api dilaporkan berkobar sekitar pukul 17.15 WIB. Kepulan asap tebal dan kobaran api yang merambat di lahan kering membuat situasi sempat mencekam. Posisi titik api yang berada tepat di sebelah hotel membuat ancaman semakin serius.
Jika penanganan terlambat, api berpotensi merembet ke bangunan Hotel Permata Inn dan memicu kebakaran lebih besar. Beruntung, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tegal bergerak cepat. Begitu laporan diterima, satu unit mobil pemadam dari Pos Slawi langsung dikerahkan menuju lokasi.
Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal Agus Sukoco melalui Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Nawawi mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas dari seorang warga yang datang langsung ke Pos Damkar pada pukul 17.15 WIB. Warga tersebut melaporkan adanya kebakaran lahan alang-alang yang lokasinya tepat di samping Hotel Permata Inn, Procot, Slawi.
BACA JUGA:Pemkab Tegal Perketat Pengawasan PIRT, Pelaku Usaha Wajib Paham Standar Keamanan Pangan
BACA JUGA: 600 Perenang Muda dari Empat Daerah Berebut Catatan Waktu Terbaik di Batang
Petugas kemudian langsung meluncur dan tiba di lokasi sekitar pukul 17.25 WIB. Tanpa membuang waktu, personel Damkar segera melakukan pemadaman sekaligus pengendalian agar kobaran api tidak meluas menuju area sekitar, terutama bangunan hotel.
“Petugas segera melakukan tindakan pemadaman dan pengendalian api untuk mencegah api meluas ke area di sekitarnya dan hotel,” ujar Nawawi.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah. Api kemudian merembet ke lahan yang dipenuhi alang-alang dan tanaman kering.
Kondisi lahan yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar. Jarak lokasi kebakaran yang berdekatan dengan hotel pun membuat petugas harus bekerja ekstra cepat untuk memastikan kobaran api tidak merambat ke bangunan.
BACA JUGA:PMII Sultan Fatah Demak Mulai Babak Baru, Pengurus Dituntut Lebih Progresif
Petugas tidak hanya memburu kobaran api, tetapi juga melakukan penyisiran dan pengendalian di sekitar titik kebakaran. Setelah api berhasil dijinakkan, proses dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.15 WIB, api dinyatakan berhasil dipadamkan sepenuhnya. Setelah proses pemadaman, pengendalian, dan pendinginan selesai, kondisi di lokasi dinyatakan aman dan kondusif.
"Kami minta warga tidak membakar sampah sembarangan. Karena dapat membahayakan lingkungan sekitar," tandasnya.