11 Bencana Mengintai Kebumen, 87 Desa Rawan Tsunami dan 101 Desa Longsor

11 Bencana Mengintai Kebumen, 87 Desa Rawan Tsunami dan 101 Desa Longsor

Festival Aspirasi BAM DPR RI di Kebumen membahas kesiapsiagaan masyarakat menghadapi 11 potensi ancaman bencana berdasarkan pemetaan tahun 2026.-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-

KEBUMEN, diswayjateng.id – Berdasarkan pemetaan kerawanan tahun 2026, 11 jenis bencana mengintai Kabupaten KEBUMEN. Dari sejumlah ancaman tersebut, cuaca ekstrem menjadi yang paling luas cakupannya dengan potensi mencapai 357 desa.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI yang menggelar Festival Aspirasi BAM DPR RI di Kebumen, Senin (5/10/2026).

Mengusung tema “Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Potensi Bencana Alam di Kabupaten Kebumen”, forum tersebut mempertemukan BAM DPR RI dengan pemerintah daerah, Forkopimda, instansi vertikal, serta berbagai elemen masyarakat.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani memaparkan, karakter geografis Kebumen membuat daerah ini memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup kompleks.

BACA JUGA: Kepala MAN IC Pekalongan Berganti, Walikota Aaf Minta Prestasi Nasional Tetap Jalan

BACA JUGA: Persetubuhan Anak di Blora Meningkat, Tujuh Perkara Kini Masuk P21

Berdasarkan pemetaan tahun 2026, potensi bahaya tsunami tingkat tinggi tercatat di 87 desa. Sementara tanah longsor tingkat tinggi berpotensi terjadi di 101 desa.

Ancaman lainnya bahkan memiliki cakupan lebih luas. Potensi banjir bandang tercatat mencapai 240 desa, sedangkan cuaca ekstrem berpotensi melanda 357 desa.

Kerawanan tersebut semakin menjadi perhatian karena Kebumen memiliki garis pantai yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Kondisi itu membuat potensi gempa besar yang berkaitan dengan skenario megathrust perlu diantisipasi.

“Berdasarkan data pemetaan tahun 2026, potensi bahaya ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bencana di Kebumen perlu melihat kondisi setiap wilayah secara rinci. Kami membutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat mitigasi, sistem peringatan dini, sarana jalur evakuasi, hingga kemampuan relawan,” ungkap Lilis.

BACA JUGA: Damai di Sekolah, Kasus Dugaan Bullying SMPN 1 Blora Berakhir Tanpa Lanjut Penyidikan

BACA JUGA: Hama Tikus Rusak Jagung Petani Sambongrejo, DP4 Blora Siapkan Obat

Kebumen Minta Dukungan Pusat

Ancaman bencana tersebut menjadi salah satu alasan BAM DPR RI turun langsung ke Kebumen. Wakil Ketua BAM DPR RI Taufiq R. Abdullah mengatakan, persoalan kebencanaan tidak hanya menyangkut penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan masyarakat dan keberlangsungan infrastruktur.

Menurut dia, keterlibatan berbagai lembaga dalam forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan pemetaan kebutuhan yang lebih konkret.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait