Bukan Sekadar Simulasi, SDN Mangkukusuman 4 Tegal Latih Siswa Siaga Hadapi Kebakaran

Bukan Sekadar Simulasi, SDN Mangkukusuman 4 Tegal Latih Siswa Siaga Hadapi Kebakaran

MENGAJAK - SDN Mangkukusuman 4 Kota Tegal dengan mengajak para siswa mengikuti edukasi dan simulasi kesiapsiagaan menghadapi kebakaran bersama Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tegal, Jumat (2/10).--

SLAWI, diswayjateng.id - Belajar tentang kebencanaan tidak cukup hanya melalui teori. Hal itu diterapkan SDN Mangkukusuman 4 Kota Tegal dengan mengajak para siswa mengikuti edukasi dan simulasi kesiapsiagaan menghadapi kebakaran bersama Tim Pemadam kebakaran (Damkar) Kota Tegal, Jumat (2/10).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Para siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai penyebab dan bahaya kebakaran, tetapi juga melihat demonstrasi serta mempraktikkan prosedur evakuasi ketika terjadi kondisi darurat.

Petugas Damkar Kota Tegal, Tardi, memberikan pemahaman kepada siswa mengenai berbagai potensi penyebab kebakaran, bahaya asap, langkah pencegahan, serta tindakan yang harus dilakukan saat menghadapi keadaan darurat.

“Yang paling penting ketika menghadapi kebakaran adalah tetap tenang, segera meminta bantuan, dan mengikuti prosedur keselamatan,” pesannya kepada para siswa.

BACA JUGA:Desa Tamansari di Kaki Gunung Slamet Tegal Krisis Air Bersih, Digelontor 20 Ribu Liter

BACA JUGA:Hotel Permata Inn Slawi Nyaris Dilalap Api, Damkar Berpacu dengan Waktu

Suasana semakin menarik ketika simulasi evakuasi dimulai. Para siswa diarahkan untuk tetap tertib, mengikuti instruksi guru, bergerak melalui jalur evakuasi, hingga berkumpul di titik aman yang telah ditentukan.

Kepala SDN Mangkukusuman 4 Kota Tegal, Lisa Andriani, M.Pd., mengatakan edukasi kebencanaan penting diberikan sejak dini agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan menghadapi kondisi darurat.

“Anak-anak tidak cukup hanya mengetahui teori tentang bencana. Mereka perlu mengalami simulasi dan praktik secara langsung sehingga tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat,” ujarnya.

Menurut Lisa, kegiatan bersama Damkar juga menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah anak, dan tangguh menghadapi bencana.

BACA JUGA: 600 Perenang Muda dari Empat Daerah Berebut Catatan Waktu Terbaik di Batang

BACA JUGA:Enam Orang Diperiksa dalam Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD Pemalang, Polisi Telusuri Keterangan Saksi Lain

“Harapannya, seluruh warga sekolah semakin sadar bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Kesiapsiagaan harus menjadi budaya, bukan hanya dilakukan ketika ada kegiatan simulasi,” tambahnya.

Kolaborasi tersebut sekaligus memberikan pengalaman belajar kontekstual bagi siswa. Mereka belajar mengambil sikap, mengikuti arahan, bekerja sama, serta menjaga keselamatan diri dan orang lain.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait