Hari Kelima Kebakaran TPA Jatibarang, Api Tinggal 10 Persen tapi Bara Masih Mengintai
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Api tersisa sekitar 10 persen, sementara petugas memburu bara di bawah sampah dengan sistem injeksi.-Dok.-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, diswayjateng.id -- Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota SEMARANG, Jawa Tengah, pada hari kelima penanganan mulai berhasil dikendalikan. Hingga Senin (5/10/2206), area yang masih terbakar diperkirakan tinggal sekitar 10 persen dari wilayah terdampak.
Kondisi tersebut terlihat dari berkurangnya titik api di sejumlah bagian TPA Jatibarang. Meski demikian, proses pemadaman belum dinyatakan selesai karena bara api masih ditemukan di bawah permukaan tumpukan sampah.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang masih ditangani dengan pemadaman, pendinginan, serta pengendalian untuk mencegah api kembali meluas. Penanganan dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang bersama unsur terkait lainnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro Pudyo Martanto mengatakan, api yang terlihat di permukaan saat ini hanya tersisa sekitar 10 persen di sejumlah titik.
“Pagi ini, api di permukaan tersisa 10 persen di beberapa titik,” kata Endro, Senin (5/10).
BACA JUGA:Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Belum Padam, 22 Orang Dilaporkan Sesak Napas dan Batuk
BACA JUGA:Drone Thermal Petakan Bara Api Tersembunyi di TPA Jatibarang Semarang, 24 Armada Dikerahkan
Menurut dia, penurunan luasan api tersebut tidak terlepas dari penanganan yang terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Sejumlah titik yang sebelumnya masih menunjukkan kobaran api disebut mulai berkurang.
“Titik api cenderung berkurang di beberapa titik. Api belum padam dan penanganan masih berlangsung,” ujarnya.
Pemadaman TPA Jatibarang kemudian diarahkan tidak hanya pada api yang terlihat di permukaan. Pendinginan dan pengendalian juga dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api dari bagian dalam tumpukan sampah.
Salah satu metode yang mulai diterapkan adalah sistem injeksi pada titik-titik panas. Lokasi yang menjadi sasaran ditentukan berdasarkan hasil pemantauan menggunakan drone thermal milik Sat Brimob Polda Jawa Tengah.
“Sistem injeksi ini mulai dicoba sejak kemarin ya dan ini akan ditingkatkan untuk titik-titik injeksinya,” kata Endro.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: jatibarang terbakar



