Dari sisi kegemaran membaca, Kabupaten Tegal menunjukkan perkembangan positif. Nilai tingkat kegemaran membaca meningkat dari 66,25 pada 2023 menjadi 70. Namun, pekerjaan rumah masih cukup besar. Sebab, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Tegal pada 2024 masih berada di angka 48,08.
Artinya, peningkatan minat membaca perlu terus diikuti dengan penguatan ekosistem literasi secara menyeluruh.
Mulai dari ketersediaan bahan bacaan, keberadaan perpustakaan, akses informasi, hingga aktivitas literasi yang menyentuh langsung masyarakat.
Upaya memperluas akses tersebut juga dilakukan melalui pendataan perpustakaan desa dan pojok baca.
Berdasarkan pendataan bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal, sedikitnya terdapat 100 lokasi perpustakaan desa dan pojok baca yang telah terdata dengan jumlah koleksi yang beragam.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Tegal Teguh Mulyadi mengatakan, Festival Literasi 2026 bukan hanya menjadi ajang pameran dan kegiatan membaca.
Festival tersebut juga menjadi momentum mengenalkan kekayaan literasi daerah, termasuk sejarah dan naskah kuno yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Tegal.
Rangkaian festival diisi dengan pameran buku, bazar literasi dan UMKM, bedah buku, kajian, seminar, kegiatan mendongeng hingga pertunjukan seni dan budaya.
Kawasan Monumen GBN Slawi pun ditetapkan sebagai zona literasi Kabupaten Tegal. Festival Literasi Kabupaten Tegal 2026 mengusung tema “Transformasi Tegal Digital, Transformasi dan Literasi”.