Bupati Tegal Gebrak Dunia Literasi, Sekolah Wajib Serbu Perpus

Bupati Tegal Gebrak Dunia Literasi, Sekolah Wajib Serbu Perpus

GEBRAKAN - Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman keluarkan gebrakan baru budaya membaca dengan mendorong sekolah melakukan kunjungan rutin ke perpustakaan, Kamis (24/9/2026).--

SLAWI, diswayjateng.id – Perpustakaan di Kabupaten Tegal tak boleh lagi sepi dari aktivitas siswa. Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengeluarkan gebrakan baru untuk mendongkrak budaya membaca dengan mendorong sekolah melakukan kunjungan rutin ke Perpustakaan.

Gerakan itu dikemas dalam konsep “satu hari satu sekolah”. Nantinya, sekolah-sekolah di Kabupaten Tegal diminta datang ke perpustakaan secara bergiliran.

Instruksi tersebut disampaikan Ischak saat menghadiri Festival Literasi Kabupaten Tegal 2026 di kawasan Monumen GBN Slawi, Kamis (24/9/2026).

Menurut Ischak, kegemaran membaca tidak cukup hanya digaungkan melalui slogan. Anak-anak harus diberi kesempatan lebih banyak untuk bersentuhan langsung dengan buku, membaca, sekaligus merasakan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan.

BACA JUGA:Gudang Rongsok di Pangkah Tegal Ludes Dilalap Api, Diduga dari Pembakaran Lahan Bambu

BACA JUGA:Pimpasa Digital Diluncurkan di Pemalang, Warga Mau Kerja ke Luar Negeri Bisa Cek Penyalur Resmi Di Kelurahan

Karena itu, kunjungan tidak harus dilakukan seluruh siswa dalam satu sekolah secara bersamaan. Bisa satu kelas maupun kelompok siswa.

“Saya instruksikan langsung untuk segera membuat surat edaran satu hari satu sekolah. Tidak harus satu sekolah penuh, bisa satu kelas, berapa pun siswanya,” tegas Ischak.

Instruksi tersebut dinilai menjadi langkah konkret untuk menghidupkan kembali perpustakaan sebagai ruang publik pendidikan yang aktif. Dengan jumlah satuan pendidikan yang mencapai ratusan, kunjungan secara bergiliran diyakini dapat membuat perpustakaan lebih ramai dan fungsional.

Bukan sekadar tempat menyimpan buku. Tetapi menjadi ruang bagi siswa untuk membaca, belajar, berdiskusi, sekaligus membangun kebiasaan mencari informasi secara mandiri. Ischak juga meminta fasilitas perpustakaan terus dibenahi. Menurutnya, perpustakaan harus dibuat lebih menarik dan ramah anak agar siswa datang bukan karena kewajiban, tetapi karena merasa nyaman berada di dalamnya.

BACA JUGA:Kasus Dugaan Perusakan Dekorasi Hampir 3 Tahun Tak Kunjung Sidang, Korban Gugat Kejati Jateng dan Polda Jateng

BACA JUGA:Tuntut Reformasi Birokrasi, Aliansi 14 Ormas Rembang Siap Gelar Aksi 28 September

“Perpustakaan harus menjadi tempat yang membuat anak senang datang. Mereka bisa membaca, belajar, bahkan bermain,” ujarnya.

Bunda Literasi Kabupaten Tegal Nilna Almuna menambahkan, literasi tidak boleh dimaknai sebatas kemampuan membaca buku. Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat juga dituntut memiliki kemampuan memahami informasi, mengkritisi isi, hingga menyaring informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Apalagi, informasi saat ini datang dari berbagai arah dan dalam waktu yang sangat cepat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait