BATANG, diswayjateng.id - Ada satu barang yang langsung terlintas di kepala Queena Luwes setelah menerima bonus Rp 5 juta dari Bupati Batang M Faiz Kurniawan saat peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas).
Bukan gawai. Bukan pula jalan-jalan. Siswi 11 tahun itu ingin membeli sepatu spike.
Sepatu khusus untuk pelari sprint itu memang belum dimilikinya. Queena adalah atlet lari Kabupaten Batang yang membuktikan dirinya paling cepat di nomor 60 meter putri pada Popda Jawa Tengah 2026 di Semarang.
“Mau beli sepatu, sepatu spike buat lari sprint. Soalnya kemarin aku belum punya,” kata Queena di halaman Pemkab Batang, Jumat 18 September 2026.
BACA JUGA: Haornas, Seberapa Serius Bupati Faiz Garap Olahraga Batang? Ini Jejak Programnya
BACA JUGA: Bakar Lahan Bekas Jagung, PMI Batang Latih Relawan Padamkan Karhutla
Queena itu menarik justru karena langkahnya menuju podium tidak dimulai dari klub atletik besar.
Ia mengenal atletik dari sekolah.
Awalnya, ia hanya mengikuti kegiatan olahraga di sekolah. Kemudian dipilih untuk mewakili sekolah dalam pertandingan tingkat kecamatan.
Di tingkat kecamatan itu, Queena menjadi juara pertama.
BACA JUGA: Laika, Buku, Bupati Faiz dan 3.000 Es Krim di Perpustakaan Batang
BACA JUGA: Babak Baru Kasus Video Bandar Bergetar, Berkas Sudah di PN Batang
Gurunya kemudian melihat sesuatu dari cara Queena berlari.
“Kamu ini bisa sampai provinsi,” demikian ucapan gurunya kepada Queena.
Ucapan itu akhirnya menjadi kenyataan. Queena benar-benar sampai ke tingkat provinsi. Bukan sekadar ikut. Ia pulang membawa medali emas dari nomor lari 60 meter putri. Di lintasan, ia tidak mendapatkan kemenangan dengan mudah.