7 Kebakaran di Bong Cino, Damkar Pekalongan Latih Warga Kuryos Jinakkan Api

7 Kebakaran di Bong Cino, Damkar Pekalongan Latih Warga Kuryos Jinakkan Api

Damkar Kota Pekalongan latih warga Kuripan Yosorejo cara jinakkan api, Jumat 18 September 2026-ist-

PEKALONGAN, diswayjateng.id - Warga Kelurahan Kuripan Yosorejo (Kuryos), Kecamatan PEKALONGAN Selatan, Kota PEKALONGAN, dilatih menghadapi kebakaran melalui simulasi pemadaman api, Jumat 18 September 2026.

Pelatihan itu digelar Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Pekalongan melalui Bidang Damkar di Halaman Kelurahan Kuryos. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran bagi masyarakat.

Kasi Pencegahan dan Informasi Satpol PP dan Damkar Kota Pekalongan, Falentino Eka Laksana Putra atau Eka, mengatakan kegiatan tersebut digelar salah satunya karena terdapat sejumlah kejadian kebakaran di wilayah Bong Cino Kuryos.

“Tujuannya agar masyarakat semakin sadar untuk mencegah kebakaran, termasuk mengingatkan tetangga maupun saudara agar tidak membakar sampah sembarangan,” ujar Eka.

BACA JUGA: Gratis dan Dapat Mahar, 21 Pasangan Ikuti Nikah Maulid Pekalongan

BACA JUGA: Ikuti Kirab Maulid Nabi Muhammad, DPR Rizal Bawazier Acungi Jempol Toleransi di Pekalongan

Berdasarkan catatan Damkar Kota Pekalongan, terdapat tujuh kejadian kebakaran di wilayah Bong Cino Kuryos sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Data tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran.

Dalam sosialisasi tersebut, warga tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai pencegahan kebakaran. Mereka juga mengikuti simulasi penanganan kebakaran secara langsung menggunakan peralatan sederhana maupun Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Simulasi antara lain memperagakan penggunaan karung goni untuk memadamkan api. Warga juga diperkenalkan dengan penggunaan APAR serta langkah menghadapi potensi kebocoran gas pada kompor dan tabung LPG.

Menurut Eka, praktik langsung diperlukan agar warga tidak berhenti pada pemahaman teori. Dengan simulasi, masyarakat diharapkan mengetahui tindakan awal yang dapat dilakukan ketika menghadapi kebakaran sebelum situasi berkembang.

BACA JUGA: 97 Tahun, LP Ma’arif NU Kota Pekalongan Siapkan Digitalisasi untuk 70 Sekolah

BACA JUGA: MUI Kabupaten Pekalongan Keluarkan 6 Poin Himbauan Usai Polemik SKNC Karnaval Pekalongan

“Kami tekankan bahwa memanggil Damkar itu tidak ada biaya. Itu memang bagian dari tugas dan fungsi Damkar untuk membantu masyarakat jika membutuhkan sosialisasi maupun ketika terjadi kebakaran atau ada potensi yang mengancam jiwa manusia,” jelasnya.

Eka juga mengajak masyarakat untuk segera menghubungi petugas Damkar ketika terjadi kebakaran maupun terdapat kondisi yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa. Menurut dia, masyarakat juga dapat meminta sosialisasi mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait