Bakar Lahan Bekas Jagung, PMI Batang Latih Relawan Padamkan Karhutla

Kamis 17-09-2026,17:56 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : M. Fatkhurohman

Sebelum praktik lapangan, para peserta terlebih dahulu mendapatkan materi mengenai penanganan karhutla. Materi disampaikan oleh sejumlah narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perum Perhutani, dan pemadam kebakaran.

"Peserta nanti kita masukkan ke aula, kemudian menerima materi dari narasumber dari BPBD, Perhutani, kemudian dari Damkar. Setelah itu nanti kita ke lapangan," kata Taufiq.

Lokasi simulasi dipilih karena terdapat lahan bekas tanaman jagung yang baru dipanen dan belum dibersihkan. Kondisi tersebut digunakan sebagai lokasi latihan untuk mempraktikkan penanganan kebakaran lahan.

Dalam simulasi, peserta mempraktikkan tahapan pemadaman berdasarkan skenario kebakaran material yang telah dikumpulkan di lokasi. Latihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan relawan dalam melakukan respons awal.

Taufiq mengatakan, kejadian karhutla di Kabupaten Batang selama ini relatif kecil dibandingkan kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah daerah lain.

"Kalau karhutla ini pernah terjadi di Kecamatan Batur di daerah atas, tapi volumenya kecil. Tidak seperti yang kita dengar di Kalimantan dan sebagainya," ujarnya.

Di sisi lain, Taufiq menyebut kejadian kebakaran rumah justru mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan pengalaman penanganan PMI, kebakaran rumah antara lain dipicu korsleting listrik dan penggunaan kompor yang ditinggalkan saat memasak.

"Yang volumenya meningkat dibanding tahun-tahun kemarin itu kebakaran rumah. Kebanyakan dipicu korsleting listrik sama kompor. Tapi yang banyak itu karena listrik," katanya.

Selain melakukan pencegahan dan meningkatkan kapasitas relawan, PMI Batang juga memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban kebakaran rumah.

Taufiq mengatakan, besaran bantuan disesuaikan dengan hasil asesmen terhadap tingkat kerusakan rumah. PMI juga berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

BACA JUGA:Ida Farida Dosen UHN Raih Doktor Ekonomi UNS, Teliti Peran Pengendalian Manajemen dan Inovasi Hijau

BACA JUGA:Mantan Ketua DPRD Salatiga Teddy Sulistyo Diduga Mendapat Perlayanan 'Judes' Pegawai RS dr Soebarkat Salatiga

"Kalau dari kami antara Rp5 juta, Rp10 juta, sampai dengan satu paket Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Satu paket RTLH itu Rp17,5 juta," ujarnya.

Untuk kerusakan ringan, seperti kebakaran yang hanya berdampak pada bagian dapur, bantuan dapat diberikan sekitar Rp5 juta. Sementara kerusakan yang lebih besar dapat memperoleh bantuan hingga Rp10 juta atau paket rehabilitasi RTLH.

Melalui simulasi tersebut, PMI Batang berharap kemampuan relawan dalam melakukan respons awal terhadap bencana semakin meningkat.

Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.

Kategori :