Bakar Lahan Bekas Jagung, PMI Batang Latih Relawan Padamkan Karhutla

Kamis 17-09-2026,17:56 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : M. Fatkhurohman

BATANG, diswayjateng.id  - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang memperkuat kesiapsiagaan relawan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui simulasi penanganan bencana.

Simulasi digelar di depan Pondok Pesantren Inaaroh, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Kamis 17 September 2026. Kegiatan tersebut melibatkan relawan dari sejumlah organisasi serta unsur Palang Merah Remaja (PMR).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Batang Darsono mengatakan, simulasi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.

Menurut dia, potensi karhutla di Kabupaten Batang memang ada, meski kejadian yang terjadi sejauh ini relatif kecil.

BACA JUGA: Atap Pasar Batang: Banyak Bocor, Usia 10 Tahun, Butuh Rp7 Miliar

BACA JUGA: AI Factory 1 GW Bakal Dibangun di KEK Industropolis Batang, Ini Respon Bupati Faiz

"Memang berpotensi, tetapi kejadiannya masih relatif kecil. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan HUT dan sekalian pelatihan bagi relawan, ini menjadi upaya bagi kita agar jangan sampai terjadi kebakaran hutan," kata Darsono.

Dia mengatakan, kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat. Karena itu, kesiapsiagaan diperlukan untuk mempercepat penanganan apabila kebakaran terjadi.

Darsono menyebut Kecamatan Subah sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi karhutla. Wilayah tersebut memiliki kawasan hutan, termasuk hutan jati dan pinus.

"Yang pernah kita ketahui di wilayah Subah. Bahkan di Subah itu ada relawan yang memang khusus untuk menangani kebakaran hutan," ujarnya.

BACA JUGA: Tender KPBU APJ Batang: Belum Ada Dokumen Penawaran Masuk, Batas Akhir 17 September

BACA JUGA: Perubahan APBD Batang Rp1,95 triliun Disepakati, Bupati: Kerja Keras Kejar Infrastruktur

Menurut Darsono, penanganan potensi kebakaran selama musim kemarau membutuhkan kesiapan lintas unsur. Pemerintah Kabupaten Batang mengandalkan pemadam kebakaran dan keterlibatan masyarakat untuk merespons kejadian dengan cepat.

"Diupayakan secepat mungkin kita tangani. Ada Damkar yang juga berusaha 24 jam untuk siaga, bersama dengan seluruh elemen masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Batang Achmad Taufiq mengatakan, simulasi melibatkan relawan dari berbagai unsur. Mereka antara lain Korps Sukarela (KSR), Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), LPBI NU, BARA NUSA Rifa'iyah, Pramuka Peduli, serta PMR Wira tingkat SMA.

Kategori :