25 Relawan SAPA Tanjungmas Diperkuat, Siap Jadi Penggerak Perlindungan Perempuan dan Anak

25 Relawan SAPA Tanjungmas Diperkuat, Siap Jadi Penggerak Perlindungan Perempuan dan Anak

25 Relawan SAPA Tanjungmas Diperkuat, Siap Jadi Penggerak Perlindungan Perempuan dan Anak-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, diswayjateng.id – Sebanyak 25 Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) Kelurahan Tanjungmas, Kota Semarang, mendapat penguatan kapasitas untuk meningkatkan perlindungan perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan.

Penguatan tersebut dilakukan melalui Workshop Pengembangan Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang digelar di Rumah Sehat Pertamina, Kamis (17/9/2026). 

Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan relawan dalam melakukan pencegahan kekerasan, mengenali kelompok rentan, mengumpulkan data berbasis kelurahan, serta membantu menghubungkan masyarakat dengan layanan perlindungan yang tersedia. 

Workshop tersebut merupakan kolaborasi Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang bersama Yayasan Anantaka, Forum Media SAPA Kota Semarang, dan sejumlah pemangku kepentingan. 

BACA JUGA:Polresta Batang Gelar PBEL 2026, Adu Bakat MLBB untuk Gamer Non Atlet

BACA JUGA:Jaringan Indosat di Kota Tegal 100 Persen Tercover 5G, Akses Internet Makin Cepat dan Stabil

Relawan Tak Sekadar Menerima Informasi 

Direktur Yayasan Anantaka, Tsaniatus Solihah, mengatakan Relawan SAPA memiliki posisi penting dalam penerapan RBI karena berada dekat dengan masyarakat. 

Menurutnya, relawan tidak cukup hanya mendapatkan informasi mengenai perlindungan perempuan dan anak. Mereka juga perlu memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi persoalan dan menjadi penggerak di lingkungan masing-masing. 

“Relawan SAPA memiliki peran penting sebagai pengidentifikasi risiko, pengumpul data berbasis kelurahan, penggerak komunitas, agen perubahan sosial, responder awal kasus, sekaligus penghubung masyarakat dengan layanan formal,” katanya, Kamis (17/9/2026). 

Peran tersebut mencakup edukasi pencegahan kekerasan, pemetaan kelompok rentan, pendataan perempuan dan anak, serta membantu menghubungkan korban dengan layanan yang sesuai. 

“Peran-peran tersebut juga menjadi bagian dari materi workshop RBI, agar bisa melakukan edukasi dan pemetaan kelompok rentan,” tuturnya. 

Tanjungmas Pernah Jadi Pilot Project Nasional 

Kelurahan Tanjungmas memiliki pengalaman dalam program perlindungan perempuan dan anak. Pada 2022, wilayah tersebut ditetapkan sebagai pilot project Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak. 

Program RBI merupakan pengembangan dari konsep Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DKRPPA), dengan mengedepankan kolaborasi, sinergi, serta partisipasi masyarakat. 

Melalui pendekatan tersebut, perlindungan perempuan dan anak tidak hanya ditempatkan sebagai tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dan berbagai pihak lainnya. 

Perlindungan Perempuan dan Anak Butuh Kolaborasi 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: