Laika bukan satu-satunya anak yang menjadi sasaran program tersebut. Pemkab Batang memang ingin perpustakaan memiliki daya tarik lebih bagi anak-anak.
Sebelumnya, Disperpuska juga memberikan suvenir kepada anak-anak yang berkunjung. Berbagai cara itu diarahkan untuk membuat kunjungan ke perpustakaan menjadi pengalaman yang lebih menarik.
Bunda Literasi Batang Faelasufa Faiz Kurniawan sebelumnya mengatakan ketertarikan anak-anak terhadap buku sebenarnya sudah terlihat sejak usia dini.
Menurut dia, tantangannya adalah menjaga ketertarikan tersebut agar tidak hilang ketika anak-anak bertambah besar. Dukungan keluarga, lingkungan, ketersediaan buku, dan akses terhadap bahan bacaan menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Pemkab Batang juga menjalankan gerakan "Sak minggu Sak buku". Program itu melibatkan perpustakaan desa dan komunitas baca untuk memperluas akses masyarakat terhadap buku.
Di perpustakaan Batang, pendekatan lain sedang dicoba.
Anak-anak diajak masuk melalui sesuatu yang mereka sukai. Tetapi sebelum mendapatkan es krim, mereka harus melewati satu hal terlebih dahulu.