"Kami selaku aparatur pemerintahan meminta maaf sebesar-besarnya dan seluas-luasnya kepada masyarakat atas mungkin ada yang tersinggung, mungkin ada yang merasa itu bukan budaya kita," kata Franky.
Dia menegaskan, pemerintah kelurahan maupun panitia tidak bermaksud menghadirkan sesuatu yang bertentangan dengan nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Franky berharap polemik serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, evaluasi terhadap mekanisme persiapan dan pengawasan penampilan peserta menjadi penting setelah munculnya kontroversi Simbang Kulon Night Carnival tahun ini.
"Jadi sekali lagi kami, apapun yang terjadi dari pemerintahan, memohon maaf yang sebesar-besarnya dan seluas-luasnya agar kejadian ini tidak terjadi di kemudian hari," tegasnya.