Warga Simbang Kulon Syok, Buntut Karnaval Pekalongan Viral
Franky Irawan, Lurah Simbang Kulon, Kabupaten Pekalongan--Mukhtarom
PEKALONGAN, diswayjateng.id – Polemik Karnaval Pekalongan di Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, ternyata tidak hanya membuat kegiatan tersebut menjadi sorotan publik. Viral-nya video penampilan peserta Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 juga membuat warga setempat ikut syok.
Lurah Simbang Kulon, Franky Irawan, mengakui pemerintah kelurahan kecolongan dengan adanya penampilan yang belakangan dinilai menyerupai ritual satanik atau pemujaan setan.
Franky mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara detail konsep penampilan yang dibawakan peserta saat Karnaval Pekalongan tersebut. Pemerintah kelurahan maupun panitia sebelumnya memperkirakan pelaksanaan karnaval tahun ini tidak jauh berbeda dengan kegiatan pada tahun-tahun sebelumnya.
"Karena memang teman-teman peserta itu ingin menampilkan hiburan yang terbaik untuk masyarakat. Tapi karena minimnya literasi, karena tidak tahu apakah itu budaya satanik atau tidak, makanya tergelincir, kami tergelincir di situ," kata Franky saat ditemui di Kantor Kelurahan Simbang Kulon, Senin (14/9/2026).
BACA JUGA:Tramadol Merajalela, Pemkab Tegal Dorong Pengawasan Lebih Galak
Menurut Franky, persoalan tersebut menjadi pelajaran bagi penyelenggara. Ke depan, setiap penampilan peserta dinilai perlu diketahui terlebih dahulu oleh panitia sebelum ditampilkan di hadapan masyarakat.
"Harapan kami nanti panitia harus tahu penampilannya itu akan seperti apa sebelum melaksanakan perform," ujarnya.
Lurah Akui Pemerintah Kecolongan
Franky menjelaskan, Simbang Kulon Night Carnival bukan kali pertama digelar. Kegiatan tersebut sudah berlangsung sebanyak empat kali.
Namun, antusiasme masyarakat tahun ini jauh lebih besar dari perkiraan pemerintah kelurahan. Kondisi tersebut membuat jumlah masyarakat yang datang menyaksikan karnaval juga meningkat.
BACA JUGA:Heboh Demo Makan Bergizi Gratis di Kudus, Bupati Kudus Janji Evaluasi Dapur SPPG 2x24 Jam
BACA JUGA:Usut Dugaan Kredit Fiktif Oknum Bank Mandiri Pati, Korban Turun Ke Jalan Bersama AMPB
"Ini sudah berlangsung empat kali, terus kemudian biasanya tidak seheboh dan semeriah ini. Tapi antusiasme masyarakat mungkin karena kondisi ekonomi ingin tontonan gratis dan bermutu, akhirnya masyarakat itu berbondong-bondong untuk menyaksikan Simbang Kulon Night Carnival," jelasnya.
Besarnya antusiasme warga itu pula yang menurut Franky membuat pemerintah kelurahan tidak menduga acara akan mendapat perhatian sebesar sekarang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
