Viral Simbang Kulon Karnival Night Dianggap Mirip Ritual Satanic, Panitia Minta Maaf

Viral Simbang Kulon Karnival Night Dianggap Mirip Ritual Satanic, Panitia Minta Maaf

Pertunjukkan tim Simone saat mengikuti Simbang Kulon Night Carnival (10/9/2026)--Capture Video- istimewa

PEKALONGAN, diswayjateng.id — Video penampilan salah satu peserta Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kota Pekalongan viral di media sosial. Penampilan tim Simone tersebut menjadi sorotan setelah kostum dan koreografi yang ditampilkan dianggap sejumlah warganet menyerupai ritual satanic.

Dalam video yang beredar, beberapa peserta terlihat mengenakan kostum menyerupai makhluk berkepala hewan bertanduk dengan tubuh dan kaki seperti binatang. Peserta lainnya mengenakan pakaian putih dengan penutup kepala berbentuk lancip sambil membawa peti mati berwarna putih.

Penampilan tersebut berlangsung dalam karnaval yang digelar Kamis malam, 10 September 2026. Para peserta berjalan menyusuri rute sekitar tiga kilometer di tengah ribuan penonton.

BACA JUGA:Kostum Mirip Satanic Peserta Karnaval Pekalongan Tuai Sorotan, Pemilik Minta Maaf: “Kami Kurang Literasi”

BACA JUGA:TPA Randukuning Terbakar, Komisi II DPRD Batang Buka Masalah Hidran

Potongan video lain memperlihatkan tim tersebut menampilkan koreografi dengan adegan penyembelihan kepala kambing. Gerakan dan suasana pertunjukan itu kemudian dipersepsikan sebagian warganet menyerupai ritual pemujaan satanic.

Video tersebut memicu beragam komentar di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan konsep pertunjukan tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan kultur masyarakat setempat.

Polemik itu kemudian ditanggapi panitia dan peserta. Senin (14/9/2026), Ketua Panitia SKNC 2026 Ziyad Azizi bersama perwakilan tim Simone berkumpul di Kantor Lurah Simbang Kulon untuk memberikan klarifikasi kepada awak media sekaligus menyampaikan permintaan maaf.

Ziyad membenarkan adanya penampilan tim Simone dalam SKNC 2026. Namun, dia mengatakan panitia tidak mengetahui secara detail konsep pertunjukan yang dibawakan peserta.

“Kami dari perwakilan panitia membenarkan adanya karnaval atau SKNC 2026 yang dilaksanakan Kamis malam, 10 September 2026. Tapi sekali lagi terkait dengan kejadian yang berlangsung itu pihak panitia tidak mengetahui secara detail, tapi mengiyakan kejadian itu terjadi pada malam kontes SKNC 2026,” kata Ziyad.

Atas munculnya polemik tersebut, panitia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

BACA JUGA:BEM se-Rembang Desak Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara usai 1.048 Siswa Keracunan

BACA JUGA:Festival Literasi Batang, Faelasufa Ungkap Peran Krusial Orangtua

“Kami dari panitia mohon maaf yang sebesar-besarnya atas khilaf atau kekurangan kami,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: